Usut Tuntas !!! Pembangunan Siring Pasang / Drainase Di Desa Candi Mas Diduga ada “Praktek Korupsi” ?

  • Whatsapp

 232 total views,  1 views today

Globalinvestigasinews.com ■ Lampung Utara – Adanya Program Pemerintah Pusat (APBN) yang di kucurkan di setiap Daerah masing-masing kemudian di salurkan ke desa setempat, anggaran dana desa ADD / DD dari tahun 2015 sampai saat ini masih di gelontarakan oleh pemerintah, akan tetapi tak ayal program tersebut  dijadikan lahan empuk untuk mencari keuntungan pribadi bagi sebagian Oknum Kepala Desa.

Read More

Seperti halnya di Desa Candimas Kecamatan Abung Selatan Kabuputaen Lampung Utara, pihak Desa telah menerima anggaran yang jumlahnya ratusan juta rupiah akan tetapi di dalam pelaksanaanya banyak dugaan di dalam pengalokasianya tidak memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia) yang mana telah tertuang dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang begitu besar akan tetapi hasil pekerjaanya tidak sesuai dengan Apa yang diharapkan ?, akhirnya menjadi keluhan masyarakat desa dan menjadi sorotan ,”publik” dikarenakan di dalam pengerjaanya diduga tidak sesuai dengan bestek dan juklak juknisnya yang sudah tertuang di dalam peraturan peraturan tentang pengalokasian anggaran Dana-Desa (DD). Selasa 17/12/19.

Ada beberapa item pekerjaan fisik yang di rencanakan oleh pihak desa salah satunya pembangunan Siring Pasang/Drainase dengan volume panjang 1002 meter Type 30×30  yang mana terletak di Desa Candimas yang di tempatkan di beberapa titik namun hasilnya patut diduga tidak sesuai RAB, dari hasil investigasi di lapangan dan beberapa laporan masyarakat setempat di dalam pengerjaanya besar dugaan tidak memenuhi Spesifikasi dan hasilnya terkesan Asal Jadi.

“Salah satu narasumber yang kebetulan Ia warga setempat yang saat di mintai keterangan oleh awak media yang enggan di sebutkan namanya Ia memaparkan bahwa saya mengeluh hasil dari pembangunan pekerjaan siring pasang yang menggunakan angaran dana desa DD di tahun 2019, pembangunan yang kerjakan terkesan pekerjaannya asal jadi ya seperti bapak bapak lihat sendiri gimana hasinya.

Dilanjutkan bahwa Anggaran yang di kucurkan seharusnya diperuntukan guna pembangunan demi kemajuan desa kami akan tetapi ini sebaliknya disinyalir pihak desa di dalam pengerjaanya asal jadi,  diduga kuat selalu memikirkan  keuntungan pribadi dan enggan mematuhi ketentuan yang Ada,”paparnya 

Di tempat yang beda yang masih warga Desa Candi Mas, mengeluh terkait pendaptaran tanah sistematik Lengkap (PTSL) “Pasalnya di dalam pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL pihak desa diduga mematok biaya sekitar Rp. 500.000 .

Hal ini tidak sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Tiga menteri Nomor 25/SKB/V/2017 Tanggal 22 Mei 2017 yang mana ketentuan tersebut yang telah di sepakati oleh Menteri Keuangan/Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agraria 

“Kami masarakat berharap kepada pemerintah yang ada di kota, bisa turun kelapangan Agar dapat melihat langsung pekerjaan didesa kami ini tolong di Tegur jika salah ya harap kami di hukum agar kedepan menjadi pembelajaran bagi yang terlibat dalam pembangunan di tempat kami ini. itu harapan kami jika lama-lama begini terus terpaksa kami yang bodoh ini beramai-ramai akan melaporkan kejangalan jangagalan pekerjaan di desa kami,” Harapanya 

sampai berita ini tayangkan Kepala Desa Candi Mas berinisial ZL tidak dapat di konfirmasi, baik langsung maupun via telpon, tutupnya (Aan – Ignatius & Tim )

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *