Komitmen Pemerintah Terhadap Issue Perlindungan Anak “Setengah Hati” di Tahun 2019 ?

  • Whatsapp

 96 total views,  1 views today

Jakarta ■ Globalinvestigasinews.com – Jumat 19 Desember, Reza Indragiri Amriel Kepala bidang Pemantauan dan Kajian, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Memberi beberapa catatan Terhadap komitmen pemerintah dalam upaya perlindungan anak Indonesia dalam satu tahun terakhir.

Read More

Tahun 2019 akan berlalu. Tanpa menihilkan kerja-kerja kebaikan Pemerintah di bidang anak, Pemerintahan Jokowi perlu diingatkan tentang beberapa PR yang belum dilunasi.
“Semoga lebih cerah lagi pada tahun yang akan datang

ia menilai Standar ganda Presiden Jokowi terkait kejahatan seksual. Pd satu sisi, disebut bahwa kejahatan seksual terhadap anak sebagai kejahatan luar biasa. pada sisi lain, Presiden Jokowi memberikan grasi kepada predator seksual asal Kanada.

Apa sesungguhnya kriteria kejahatan luar biasa menurut Presiden? Dan bagaimana bentuk penanganan luar biasa untuk kejahatan luar biasa?

menurut ia Pengulangan penolakan terhadap kebiri kimiawi sebagai bentuk pemberatan sanksi. Kebiri hanya akan berpotensi ampuh jika didesain sebagai bentuk rehabilitasi.

Rumusan tentang kebiri dalam UU Perlindungan Anak mencampur-adukkan filosofi retributif dan filosofi rehabilitatif.

Kegagalan Pemerintah mencapai targetnya sendiri, terkait mengurangi jumlah perokok dan menekan jumlah perokok pemula.

Okelah, kenaikan cukai punya nilai positif. Tapi selama iklan rokok masih jor-joran, termasuk apa yang KPAI sebut sebagai audisi badminton dengan indikasi kuat unsur eksploitasi di dalamnya, sulit menjauhkan anak-anak dari risiko menjadi perokok.

ia menambahkan Utang negara dalam kasus tewasnya empat anak (aksi massa Mei 2019) dan penanganan dan kekerasan eksesif oleh oknum aparat penegak hukum (Mei dan September 2019).
Sudah seberapa jauh investigasinya

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *