Ketua DPD JAMAN NTB, Andra Ashadi : Kami Terus Mengawal Kasus SPPD Fiktif Berjama’ah Dewan pada Tahun 2018

  • Whatsapp

 98 total views,  1 views today

Globalinvestigasinews.com ■ Lombok Timur – Ketua DPD Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) NTB, Andra Ashadi dalam konferensi pressnya di Selong menegaskan ,” Aliansi Rakyat Anti Koropsi (ARAK) Lotim, yang dimana JAMAN tergabung di dalamnya akan terus mengawal kasus SPPD Fiktif berjamaah Dewan pada tahun 2018 yang belum ada progresnya sama sekali sampai akhir tahun 2019 ini, Jumat, 20/12/2019.

Read More

“Tidak ada kejahatan yang sempurna, begitu juga dalam konteks SPPD fiktif ini. Keliatannya menemukan jalannya sendiri untuk di ungkap. ada petunjuk hukum baru dimana ada oknum anggota dewan yang membuat pengakuan kepada salah seorang advokad senior di Lombok timur, dimana para oknum dewan yang terindikasi terbelit skandal SPPD Fiktif berjamaah ini, salah satunya mengaku mengeluarkan puluhan juta rupiah, hingga total uang yang terkumpul untuk “mengkondisikan kasus ini miliaran rupiah” terangnya.

Pria bersahaja bermata sayu ini mempertanyakan
uang dengan total miliaran rupiah ini, apakah mengendap di oknum anggota dewan yang terindikasi sebagai pelantara, ato di berikan ke APH, ini perlu di kelirkan APH biar tidak merusak nama baik intutusi APH itu sendiri, karna bagaimanapun ini selalu menjadi pendiskusian masyarakat dan aktivis yang ada di Lombok Timur.

Andra juga berharap APH yang menangani kasus SPPD Fiktif, dalam hal ini di tangani polres Lombok timur harus menjadikan pengakuan anggota Dewan di salah satu advokat ini, agar di jadikan sebagai petunjuk hukum baru dimana salah satu dewan tempat oknum anggota dewan ini membuat pengakuan sanggup sebagai saksi di hadapan penyidik dan di angkat sumpahnya di pengadilan, jadi tinggal di panggil aja advokad yang di maksut imbuhnya.

Alat bukti yang kami pegang di antaranya satu bundel Dokumen terkait SPPD Fiktive ini, jika di perkuat dengan keterangan saksi menurut KUHAP ini sudah sangat kuat jika di lihat dari prespektif pembuktian ujar tokoh pergerakan NTB ini.

Dan menegaskan dirinya lagi konsolidasi sama kawan kawan aktivis anti Koropsi yang ada di Lombok timur untuk membawa kasus ini ke mabes polri atau Komisi Pemberantasan Koropsi (KPK), Kita lihat ajalah nanti apakah kasus ini kita akan lapor ke mabes polri atau KPK. Mana yang terbaik menurut kawan kawan, dan kami sudah komunikasikan ke DPP JAMAN untuk di bukakan akses ke Mabes Polri dan KPK Tutup nya.

( KanciL )

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *