Jajaran Polres Limapuluh Kota Rekontruksi Kasus Pengeroyokan dan Pembunuhan Siswa SMP Warga Nagari Bukit Limbuku

  • Whatsapp

 53 total views,  1 views today

Limapuluh Kota ■ GlobalinvestigasiNews.com - Jajaran Polres Limapuluh Kota sudah melakukan rekontruksi kasus pengeroyokan dan pembunuhan yang menimpa seorang siswa SMP berinisial M (16)thn warga Nagari Bukit Limbuku. 

Dilakukan 34 adegan reka ulang yang digelar Jajaran Polisi Limapuluh Kota, Sumatera Barat,  terungkap sudah korban meninggal dunia setelah kepalanya dipukul pakai batu hingga ditusuk pisau di bagian rusuknya.

Disaat Rekontruksi itu dilakukan didalam kondisi cuaca hujan deras, disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Kejaksaan Negeri Payakumbuh pada Jumat (20/12)lalu. Selain jaksa dan aparat Polres Limapuluh Kota, reka ulang itu juga disaksikan ratusan masyarakat.

Dari berdasarkan fakta yang terungkap di lokasi rekontruksi itu sebelum menghembuskan nafas terakhir di RSUD Adnaan WD, pada 26 November 2019 lalu, pelaku bernisial M (39) thn sempat tergambar merencanakan penganiayaan dan pembunuhan terhadap korban.

Sebab dan karenanya dari pengakuan M ke Polisi di Berkas Acara Pemeriksaan (BAP), pelaku mengaku kesal karena korban sempat berkelahi dengan anaknya bernisial R (16)thn sehingga menimbulkan niat buruk tersangka untuk membalas dendam kepada korban tersebut.

Pada adegan ke-1 Rekontruksi telah tergambar jika M mengajak adiknya yang kini berstatus DPO, berinisial T (35) thn membalas dendam kepada korban. Sebagaimana diakui oleh tersangka, sempat berkelahi hingga memukuli anaknya R sebanyak dua kali.

"Sekarang, mana berani dia keluar, karena baru siap berkelahi dengan R. Tunggu situasi dingin dulu, nanti kalau ada acara orgen tunggal, dia pasti datang, baru kita cari dia," ajakan pelaku kepada adiknya inisial T disaat bertemu di rumah orang tuanya," ucap tersangka.

Niat tersangka membalaskan dendam pun tiba, ketika ia melihat korban M pergi melihat acara orgen tunggal, di sebuah pesta pernikahan warga Jorong Padang Bacang, Nagari Batu Balang pada 25 November 2019 lalu. Malam itu tersangka  langsung mencari adiknya T di kolam pancing untuk mengajak ke lokasi orgen tunggal.

Pada adegan ke-8 reka ulang Rekontrusi tersangka sempat berkata; " Ayo kita pergi ke acara orgen tunggal di Padang Bacang. Kamu ikut tidak katanya, korban yang dimaksud ada di sana. Saya duluan ke sana," ajaknya yang kemudian dijawab T," iya.

Sebelum mencari korban ke lokasi acara orgen tunggal, M sempat memarkir sepeda motornya di depan bengkel motor di tepi jalan. Tak lama, pada tengah malam itu, tersangka bertemu dengan korban M di lokasi pesta itu.

Pada adegan ke-17, pelaku melihat korban M keluar dari lokasi acara berjalan kaki menuju pertigaan jalan. Tersangka langsung berpindah posisi ke tepi Jalan sambil menutup kepalanya menggunakan baju (penutup kepala).

Selanjutnya, tersangka langsung mengambil sebuah batu dan langsung memukulkannya ke bagian pelipis mata kanan korban. Dalam adegan itu, korban M sempat melawan dengan memiting leher tersangka, sehingga terjadi baku pukul antara korban dengan tersangka.

Korban M sempat terjatuh dengan posisi terlentang. Sedangkan, Tersangka menduduki perut korban sambil memukuli kepalanya. Tak lama kemudian adik tersangka T datang memberi bantuan dengan memukul hingga menusuk korban dengan pisau.

Korban seketika tersungkur lalu dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis. Kejadian itu, disaksikan oleh beberapa orang saksi.

"Korban meninggal keesokan harinya, akibat luka tusuk di rusuk dan luka robek pada pelipis matanya," kata Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP Anton Luther di lokasi Rekontruksi. ( TIM )

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *