Komplain Masyarakat Payakumbuh Khususnya Para Peternak Sapi Terkait Pemberitaan

  • Whatsapp

 130 total views,  1 views today

Payakumbuh ■ Globalinvetigasinews.com –Adanya komplain masyarakat khususnya para peternak sapi terkait pemberitaan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerperin) telah menjalin kerjasama dengan Perum Bulog memasok daging beku impor untuk Sentra Randang ditanggapi serius oleh Wal’asri selaku Kepala Dinas Nakerperin.

Read More

Dalam keterangan resmi melalui Ponsel, Walasri menjelaskan bahwa pernyataan yang disampaikan dalam rapat koordinasi tentang inflasi daerah pada Senin (23/12) di balaikota tersebut tidaklah benar. Yang benar adalah pihaknya pernah melakukan ujicoba pemakaian daging beku impor dari bulog untuk kebutuhan Sentra IKM rendang. “Tidak benar kami sudah menjalin kerjasama dengan Bulog untuk memasok daging beku impor, mungkin sedikit keliru memahami pernyataan kami dalam rapat tersebut.

Yang ada, kami hanya melakukan ujicoba penggunaan daging beku tersebut untuk diproduksi oleh Sentra IKM Randang. Mau tahu rasanya, enak atau tidak. Itupun hanya 5 kilogram saja,” tegas Wal’asri Selasa. Seterusnya, tidak mungkin pihaknya mengambil keputusan strategis berupa kerjasama pemasokan daging beku impor ditengah upaya Pemerintah Kota menggalakan peternakan sapi atau kerbau ditengah-tengah masyarakat di Payakumbuh. “Pak Walikota Riza Falepi ST.MT sedang berusaha giat meningkatkan usaha peternakan sapi warga, tentu kebijakan daging beku impor bertentangan dengan upaya diatas.

Itu tidak mungkin kita lakukan,” kata Walikota. Terkait masih tingginya harga daging sapi segar lokal dipasaran yang mencapai angka Rp 120 ribu/kg, Walasri menganggap itu memang salah satu PR yang harus dicarikan jalan keluarnya. “Harga tinggi tentu menguntungkan para peternak, akan tetapi disisi lain memberatkan masyarakat. Kita berharap dengan tumbuhnya industri peternakan rakyat diikuti dengan meningkatkan populasi ternak, maka harga daging di pasaran akan mencapai titik keseimbangan, dimana peternak tetap untung dan konsumen tidak terbebani,” sambung Wal’asri.

Jika melihat kondisi harga di pasaran, Disparitas harga antara daging segar lokal dengan daging beku impor memang cukup besar, harga per kilogram daging beku impor hanya Rp. 80 ribu, sementara harga daging segar lokal Rp. 120 ribu. “Saya tegaskan lagi ya, penggunaan daging beku impor dari Bulog kemarin hanya untuk ujicoba rasa di Sentra IKM Randang, enak atau tidak, bukan untuk pasokan tetap. Kita akan tetap prioritaskan daging lokal,” katanya. ( TIM )

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *