Forum Komunikasi Orang Tua Anak Spesial (Forkasi) Bukittinggi Menggelar Seminar Parenting untuk Orang Tua Anak Spesial

  • Whatsapp

 227 total views,  1 views today

Bukittinggi ■ GlobalinvestigasiNews.com – Forum Komunikasi Orang Tua Anak Spesial (Forkasi) Bukittinggi, menggelar seminar parenting untuk orang tua anak spesial di Aula Badan Keuangan Bukittinggi, Selasa kemarin (24/12/2019). Menurut Ketua Forkasi chapter Bukittinggi, Yanti Brasco, menjelaskan kepada GlobalinvestigasiNews. kegiatan ini disebut dengan Parent Support Group (PSG).

Read More

Dimana sekelompok orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, diedukasi dan disupport dengan beberapa materi agar dapat membaut program sendiri di rumah,” ucapnya. “PSG ini dilaksanakan satu hari dengan jumlah peserta sekitar 30 orang. Peserta memang dibatasi, agar dapar fokus menyerap ilmu dengan baik. Kita edukasi orang tua untuk membuat program sendiri dalam mengajarkan anaknya, kemudian kita juga edukasi para orang tua untuk tidak minder dengan orang lain, karena memiliki anak spesial,” sambungnya. Yanti menambahkan, untuk Kota Bukittinggi ada seikitar 105 anak yang mengalami down sindrom, autis, selbral palsi, ADHD, ADD yang harus dibiasakan menyebutnya sebagai anak spesial. “Mereka titipan Allah yang sangat spesial. Untuk itu, kita perlu ajarkan mereka dengan cara spesial pula. Butuh kesabaran memang, tapi InsyaAllah semua amal kita tentu dicatat oleh Allah SWT,” tambanya. Ia berharap, kedepan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala. Sehingga lebih banyak peserta yang terlayani dan mendapat edukasi orang tua dari anak spesial. PSG ini menghadirkan pembicara Shinta Barasa, Perwakilan Forkasi Nasional. Ia merupakan seorang konsultan program untuk anak berkebutuhan khusus. Dalam materinya, Shinta menyampaikan, bahwa anak spesial harus diberikan waktu untuk mengeksplorasi diri. “Kesalahan orang tua, banyak larangan untuk mereka. Padahal mereka juga ingin belajar, namun dengan cara berbeda. Untuk itu, perlu program khusus bagaimana cara mengajarkannya. Salah satu contoh, bagaimana kita memberikan penjelasan untuk membuat teh dengan urutan yang detail dan jelas,” Katanya. ( TIM )

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *