PENIPUAN BERKEDOK ARISAN ONLINE DIAMANKAN POLRES NIAS

  • Whatsapp

 1,977 total views,  1 views today

Gunungsitoli ( 22/01/2020) Seorang wanita NIT (29) thn. Wiraswasta. Jalan Kelapa Kel. Ilir Kec. Gunungsitoli Kota Gunungsitoli diamankan Polres Nias, NIT diamankan berdasarkan laporan PETRUS HAMONANGAN PANJAITAN als PETRUS Jln. Diponegoro No. 72 Kel. Ilir Kec. Gunungsitoli Kota Gunungsitoli atau Kelapa Kel. Ilir Kec. Gunungsitoli Kota Gunungsitoli.
Kronologis Sekitar bulan Januari 2019 tersangka NIT (membentuk arisan online dengan nama “ Arisan Tolong Menolong “ dan di arisan tersebut itulah ianya sebagai owner sekaligus sebagai adminnya. Di dalam menjalankan arisan online tersebut, tersangka menggunakan media sosial Facebook dan melalui media sosial Facebook inilah, tersangka menggabungkan anggotanya ke dalam group fb dengan nama “ ARISAN TOLONG MENOLONG “ dan melalui group fb inilah, tersangka dan anggota arisan saling berkomunikasi di dalam menjalankan arisan online yang dibentuk oleh tersangka.
Arisan online yang dibentuk oleh tersangka memiliki beberapa system permainan yakni : Sistem Duet, Sistem Trio, dan Sistem Reguler, dan bagi yang ikut di arisan online tersebut disebut sebagai peminjam dan penginves.
Sebelum menjalankan arisan online tersebut, tersangka membuat pemberitahuan tentang akan dibukanya kloter baru (menggunakan kode NSL) dan membuatkan berapa jumlah get arisannya, jatuh tempo pembayaran arisannya dan biaya adminnya

Read More

Pada tanggal 07 Juni 2019, tersangka menghubungi korban melalui chat messager pribadi dan tersangka menawarkan kepada korban untuk ikut di dalam arisan duet dengan get (nilai total Rp. 11.000.000,-) namun korban langsung menolak pada saat itu, tapi beberapa saat kemudian, korban menanyakan siapa-siapa sajakah yang menjadi calon peminjam atas kloter yang ditawarkan kepadanya itu dan tersangka menyebutkan beberapa nama peminjam, yang dua diantaranya dikenali oleh korban karena kedua orang tersebut pernah bermain arisan online dengan istri korban sebelumnya di arisan online yang dibentuk oleh orang lain.
Selanjutnya korban menanyakan siapa peminjam yang lain selain yang disebutkan sebelumnya oleh tersangka dan tersangka menawarkan peminjamnya an. FLOWER NATALI dan menyakinkan korban bahwa peminjam ini dikategorikan sebagai peminjam aman dan tidak pernah macet selama mengikuti arisan.
Atas perkataan dari tersangka tersebut, korbanpun yakin dan selanjutnya menyetujui untuk ikut di dalam arisan tersebut sebanyak 4 set. Lalu tersangka membuat group maseger dengan nama group (10/7) NSL 429 “ Get 11 jt ” dengan peminjam an. FLOWER NATALY sedangkan penginves adl korban dan istrinya dan di kloter NSL 429 telah ditentukan biaya admin sebesar Rp. 175.000,- dengan jatuh temponya adalah per 30 hari.
Pada hari itu juga, korban menstransfer uang arisan sebesar Rp. 100.000.000,- kepada tersangka dalam 5 kali pengiriman. Uang sebesar Rp. 100.000.000,- tersebut bukan hanya uang arisan pada kloter NSL 429, melainkan untuk pengisian arisan untuk kloter yang lain yang juga diikuti oleh korban kepada tersangka. Khusus untuk kloter NSL 429, korban membayar uang arisan sebesar Rp. 20.000.000, (Rp. 5.000.000,- x 4 set) berikut dengan biaya admin sebesar Rp. 7000.000,- (Rp. 175.000,- x 4 set).

Selanjutnya pada tanggal 11 Juni 2019 tersangka mentransfer uang arisan dimaksud kepada peminjam an. KRISTIN NATALIA HALAWA (selaku pemilik akun facebook FLOWER NATALI) dengan total sebesar Rp. 19.300.000,- karena telah diperpotong dengan biaya admin sebesar Rp. 700.000,- (Rp. 175.000,- x 4 set).
Pada tanggal 07 Juli 2019, jatuh tempo penginves (korban) menerima uang arisan pada kloter NSL 429 tersebut, namun tersangka tidak ada menyerahkan uang arisan dimaksud kepada korban dengan alasan pihak peminjam belum membayarkan iuran arisannya.
Akibat kejadian tersebut korban merasa tertipu dan menderita kerugian materi sebesar Rp. 20.700.000, kepada tersangka di kenakan Pasal: 378 dari KUHPidana Ancaman hukumannya paling lama 4 tahun.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *