Agustinus Tenau : PT. Papua Cremona “Tidak Santun”, Penggusuran Gunung Patah Hati Tidak Ada Koordinasikan Dengan Pemilik Hak Ulayat ??

  • Whatsapp

 530 total views,  1 views today

Agustinus Tenau : PT Papua Cremona Tidak Santun, Penggusuran Gunung Patah Hati tidak Ada Kordinasikan Dengan Pemilik Hak Ulayat.

Read More

Maybrat – Proyek Penggusuran gunung patah hati di kabupaten Maybrat, kampung Ayawasi, yang di kerjakan oleh Kontraktor PT.Papua Cremona, sampai saat ini belum ada pembicaraan bersama dengan masyarakat pemilik hak Ulayat setempat, kegiatan ini bersumber dari Anggara Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019, instansi satuan kerja (Satker) Maybrat.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Maybrat dari Partai Nasdem “Agustinus Tenau S.Sos, M.Si, menjelaskan pada prinsipnya masyarakat dukung pembangunan jalan yang dimaksud, karena manfaatnya adalah untuk masyarakat. Ucapnya kepada wartawan melalui pesan tertulis sms via WhatsApp, Selasa (25/02/2020)

Lanjutnya, hanya saja cara yang kurang tepat dari pihak ketiga kontraktor pemenang tender kegiatan, harus bertemu dengan masyarakat minta di fasilitasi oleh distrik dan kampung agar ada penyamaan persepsi serta dukungan.

Dirinya yakin dan percaya masyarakat tentu menyambut kebijakan pemerintah dan menyampaikan rasa terima kasih karena sudah bantu buka keterisolasian jalan yang dapat bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat.

Namun pihak ketiga harus dengan cara yang santun, etitude, datang dan bicara baik dengan masyarakat, terlebih khusus masyarakat pemilik hak ulayat, pasti masyarakat setempat juga akan mendukung dengan catatan bahwa datang bangun tetapi jangan merusak cagar alam atau membongkar hutan, pohon, gunung, air yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat setempat, pada intinya tetap bangun tanpa merusak alam dan lingkungan.ujar agus

Dari awal masyarakat sempat ribut dan tidak setuju, masyarakat minta pihak ketiga harus datang dan duduk bicara bersama, namun akhirnya pekerjaan tersebut tetap di kerjakan dan masyarakat tidak ada yang ribut atau palang memalang, sampai saat ini tidak ada komunikasi yg dibangun pihak ketiga dengan semua pihak tripika distrik dan khusus pemilik hak ulayat.”tegasnya

Bersamaan dengan waktu yang sama, Ka Satker Maybrat Andreas Tangke ketika di hubungi wartawan, Selasa 25/02, menjelaskan terkait penggusuran gunung patah hati sudah perna ada pertemuan bersama antara Bupati Maybrat, Sekda dan kepala Distrik dan Bupati yang mengusulkan kepada pihak satker untuk harus di kerjakan.

Saranya, wakil II ketua DPR harus pertanyakan kepada Bupati, jangan salahkan pihak ketiga, kontraktor bekerja hanya mencari uang saja.”ucap Ka Satker Andreas Tangke.

Juga sebaliknya, Direktur PT.Papua Cremona “Hendra Pinem ketiga di hubungi wartawan, terkait dengan stetmen dari wakil ketua II DPR, yang menyebutkan tidak ada kordinasi yang baik dari pihak ketiga kepada masyarakat pemilik hak ulayat, sampai saat ini tidak ada tanggapan dan respon hingga berita ini di publikasi.”(Jefri)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *