Jeritan Hati Aneuk Syuhada Aceh

  • Whatsapp

 1,057 total views,  1 views today

Jeritan Hati Aneuk Syuhada Aceh

Read More

Ginewstvinfestigasi.com Aceh Utara – Tidak ada kata Kata yang terucap, yang Ada hanya air mata dalam penantian yang tak berujung, selalu Dan selalu masih berharap bahwa suatu hari nanti Ayahanda masih hidup Dan pulang kembali kerumah. Tulis Nurmalawati dalam rilis yang diterima media ini Rabu 26/02/2020

Kami belum bisa percaya sepenuhnya bahwa Ayah kami telah berpulang kerahmatullah, Kami tidak pernh melihat jenazahnya Dan tidak pernah memangkunya saat jenazah dimandikan, Dan juga tidak pernah tau bagaimana saat beliau diturunkn ke liang kubur.

Kami tidak pernah tau bagian tubuhnya yang mana yang tersakiti, bagian mana yg disayat, di tubuh mana ditembaki Dan apakah tubuhnya masi utuh saat dimakamkan atau adakah di kafani dengan kain kaffan 1 lapis atau 7 lapis, sampai saat ini saya tidak tahu. Ucap Nurmala

Saya hanya di tunjukin INI PUSARANYA YANG DIDALAM LIANG TERSEBUT TERDAPAT 5 SYUHADA,

Makam tersebut ditunjukkan oleh orang orang yang memakamkan nya 3 tahun sesudahnya, rindu ayahanda lon, ayah kini saya sudah besar Dan sudah dewasa, pusaramu sangat jauh di dalam hutan belantara, bahkan jika aku rindu, aku harus menunggu 1 tahun untuk bisa ziarah karna saya aku tidak berani datang sendiri,

Kami selalu tersesat walau berkali kali kami memasuki hutan tersebut, ayah aku tau bukan hanya aku yang merasakan hal ini, imbas konflik telah membuat banyak anak menangis spertiku, saat aku kecil melihat orang orang / keluarga korban mendapatkan biaya hidup / biaya sekolah/rumah / bahkan beasiswa, namun Berbeda dengan kami Sekarang, kami belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, keluh Nurmala

ayah, mengapa rumah kita dibakar? Lalu mengapa engkau pergi secara tragis ayah bahkan aku tidak bisa mencium jenazahmu untuk yang terakhir kalinya?

Ayah kini aku sudah dewasa berkat perjuangan ibu yang tak pernah memperlihatkan air matanya didepan kami. Ayah, engkau telah berkorban untuk bangsa Aceh, walaupun Jasa mu tidak dihargai Dan di kenang.

Aku tidak menyianyiakan nya, aku masih terus berjuang demi nyawa yang telah ayah korbankan, demi air mata ibu dan demi adik kecilku yang pada saat ayah meninggal ia belum tau pun apa artinya meninggal.

Ayah berkat restumu aku sudah menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Aceh Utara Dan sedang melakukan study S3 di sumatera, Dan masih dengan dukungan ibu, tampa bantuan pemerintah

Alhamdulillah amanah ayah adik semata wayang juga sudah menyelesaikan Study S1 nya dari hasil upah ibu disawah, tidak ada beasiswa korban konflik Dan tidak ada rumah bantuan untuk korban konflik yang kami tempati. Keluh Nurmala mengakihiri tulisannya.

Reporter : ZAS

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *