Babinsa Koramil 03/Teupah Selatan Komsos Membahas Penurunan Harga Jual Hasil Laut Dampak Virus Corona

  • Whatsapp

 51 total views,  1 views today

Babinsa Koramil 03/Teupah Selatan Komsos Membahas Penurunan Harga Jual Hasil Laut Dampak Virus Corona

Read More

Simeulue|| Ginewstvinvestigasi.co.id|| Virus Corona terus mengganas. Awalnya menyerang Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, lalu merebak dan menginfeksi ribuan orang di berbagai penjuru dunia. Lebih tragis, virus bernama Covid-19 ini telah menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Semua berduka. Warga dunia khawatir dan takut terkena wabah mematikan tersebut. Seluruh negara waspada. Mulai dari memperketat akses masuk, mengeluarkan travel warning, menyetop impor maupun ekspor bahan pangan dari Negeri Tirai Bambu, dan langkah lain sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

Epidemi virus corona masih akan menjadi momok selagi belum ditemukannya obat penawarnya. Virus ini bahkan disebut-sebut ancaman baru yang akan memukul perekonomian global, dan termasuk Indonesia.

Akibatnya beberapa nelayan di Kab. Simeulue sangat merasakan dampak nya, hal ini disampaikan oleh Sertu Joko Atmaja Babinsa Koramil 03 / Teupah Selatan pada saat Komsos dengan para nelayan di Desa Batularang, Kec.Teupah Selatan.

“Ya, para nelayan sangat merasakan dampak yang begitu besar dari penyebaran Virus Covid – 19 atau yang kita kenal sebagai Virus Corona, beberapa nelayan mengungkapkan bahwa penghasilan mereka menurun akibat tutupnya gudang ekspor” ujar Sertu Joko

Dilain tempat Komandan Kodim 0115/Simeulue Letkol Inf Yogi Bahtiar,S.Kom.M.B.A juga turut menyampaikan bahwa tutupnya gudang ekspor akibat penyebaran Virus Corona menyebabkan turun nya harga jual beberapa hasil laut.

“Biasanya para nelayan bisa menjual hasil tangkapan dengan harga sangat tinggi, akibat adanya virus corona dan tutupnya gudang ekspor berimbas pada turunnya harga jual hasil laut seperti Teripang karet yang biasa dijual dengan harga Rp.780.000 per kilogram kini menjadi Rp.500.000 per kilogram dan udang lobster yang biasa dijual dengan harga Rp.350.000 per kilogram dengan ukuran AP kini menjadi Rp.130.000 rupiah.” Ujar Dandim 0115/Simeulue.

Komandan Kodim 0115/Simeulue menambahkan agar para masyarakat khusus nya di Kab.Simeulue berdoa agar masalah virus corona cepat selesai agar perekonomian global khususnya di indonesia cepat kembali normal, tutupnya [hel]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *