Nelayan Desa Lumban Binanga Tangkap Ikan dengan Sistem Jaring Insang, Kecamatan Laguboti – Kabupaten Toba Samosir

  • Whatsapp

 1,867 total views,  1 views today

Danau Toba yang merupakan salah satu danau terbesar di Indonesia, bukan hanya sebagai objek wisata namun juga dapat menghasilkan berbagai ikan yang lezat.
Desa pesisir pantai di danau toba, tepatnya di Desa Lumban Binanga, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, sebagian masyarakatnya bekerja sebagai nelayan mencari nafkah untuk peningkatan perekonomian, minggu (8/3).
Salah satu nelayan, Maruhalal Hutajulu (55), mengatakan, bahwa di danau toba ada beberapa jenis ikan sudah mulai punah. Selain alam, di duga punahnya ikan karena ada ikan predator di danau toba yang memangsa, memakan segala telor dan bibit ikan.
Lanjut Maruhalal lagi, menerangkan, hasil tangkapan ikan semakin hari berkurang, hal ini memberi dampak signifikan terhadap pencarian nelayan.
Harapnya, Pemkab Tobasa akan kembali menaburi beberapa benih jenis ikan unggul di danau toba, dan membantu memberi alat kerja para nelayan.
“Ikan pora-pora, asa-asa, ikan mas dan ikan jahir pun sudah jarang dapat,” terangnya.
Ditempat yang sama, Singal Hutajulu (53), menghimbau agar pemerintah disaat aksi tabur bibit ikan harus bisa dikontrol, sebab tidak semua jenis ikan dapat ditabur di danau toba. Dengan begitu ikan akan mendapat tempat yang baik untuk berkembang biak, ekosistem ikan terjaga.
“Yang kami tangkap rata rata satu (1) kilonya, ada 3 kalau tidak 4 ekor,” ungkapnya.
Terang Singal lagi, katanya nelayan mempunyai banyak cara dalam menangkap ikan, yaitu, dengan mata pancing, bubu, pukat ikan dan pukat insang, katanya.
Pantauan dilokasi, jaring dipakai dengan ukuran 3 inci, penghasilan 4 kilo perhari per tim waktu kerja 30 menit. (Ams)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *