Bupati Aceh Tamiang Bersama Para Pimpinan Dayah Se-Kabupaten Aceh Tamiang Sepakat Meliburkan Aktivitas Belajar Mengajar

  • Whatsapp

 332 total views,  1 views today

Bupati Aceh Tamiang Bersama Para Pimpinan Dayah Se-kabupaten Aceh Tamiang Sepakat Meliburkan Aktivitas Belajar Mengajar

Read More

Global investigasi news co.id Aceh Tamiang – Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn bersama Para Pimpinan Dayah (Pesantren) Se- Kabupaten Aceh Tamiang sepakat meliburkan seluruh aktivitas belajar mengajar di Pendidikan Dayah selama dua pekan. Hasil rapat tersebut sesuai dengan Surat Edaran Gubenur Aceh untuk mengantisipasi ancaman virus Corona (Covid-19) yang berlangsung pada Senin kemarin (16/03/20) sekira pukul 11.00 Wib bertempat di ruang Rapat Bupati.

Meskipun secara resmi diliburkan, namun para Orangtua Santri diberi keleluasaan untuk memilih membawa pulang anaknya atau mengkarantinakan anaknya tetap bermukim dipondok. Namun begitu, kedua pilihan tersebut tetap dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada yakni jika Santri dibawa pulang setelah dua pekan ketika kembali ke Pesantren atau Dayah, Orangtua wajib melampirkan surat keterangan sehat dari Fasilitas Kesehatan terdekat dan jika memilih anak untuk menetap di pondok maka Orangtua Santri tidak dibenarkan mengunjungi anaknya selama dua pekan.

Kendati demikian, Bupati tidak melarang bila ada Pesantren atau Dayah memilih untuk tetap beraktivitas seperti biasanya. Karena para Santri yang ber-murobatoh (tinggal lama) dipondok diyakini tidak memiliki riwayat berpergian serta tidak banyak berinteraksi dengan orang lain diluar pondok kecuali pengunjung yang datang menjenguknya.

“Saya sebagai Pemerintah Daerah berharap, para Santri untuk tetap berada di Dayah/Pesantren, karena jika diliburkan atau dipulangkan justru berpotensi tertular dan menularkan virus Corona. Karena ketika anak-anak tidak ada kegiatan dirumah mereka bakal memilih pergi keluar.Meski di Aceh Tamiang belum ada laporan dugaan kasus Corona namun kita tetap berantisipasi melalui Ikhtiar dan do’a bersama. Dan kepada para Santri yang ada di Aceh Tamiang untuk terus berdo’a demi Indonesia khusunya Aceh Tamiang”, tutup Mursil mengakhiri musyawarah tersebut.

Menurut laporan Kadis Pendidikan Dayah Drs. Tarmihim dan pantauan para juru warta di lapangan, sebagian besar Orangtua Santri lebih memilih anaknya untuk tetap tinggal dan di karantina di Dayah.
Hadir dalam Musyawarah tersebut Ketua MPU Aceh Tamiang Syahrizal , MA, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Drs. Tarmihim, Sekretaris MPU Drs. Maddiah, M.Pd, dan para Pimpinan Dayah dalam Wilayah Kabupaten Tamiang.(E)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *