Albariatul K. Hasibuan : Negara Harus All Out Menentang Penyebaran Virus Corona (Covid – 19 )

 680 total views

Albariatul K.Hasibuan  : Negara Harus all out menentang penyebaran virus corona (covid – 19 )

Read More

Corona Virus ( Covid 19 ) belakangan ini begitu meresahkan dan memasuki tahap darurat yang hampir melumpuhkan kegiatan masyarakat yang biasa dilakukan. Hal ini tentu menjadi sebuah keresahan dan kegundahan ditengah perjalanan ekonomi yang masih melambat dan nilai tukar rupiah yang anjlok.

Kordinasi antar lembaga negara haruslah berjalan romantis agar semuanya jelas dan tidak simpang siur. Pemerintah Indonesia, sebenarnya memiliki banyak pilihan dalam menyikapi persoalan yang pelik dan membutuhkan langkah cepat ini jika serius dalam melakukan penanganannya.

Masa tanggap darurat sudah diumumkan pemerintah pusat sampai pada akhir bulan mei 2020 nanti, artinya ada rentang waktu yang panjang dan memaksa pembatasan akses ekonomi, transportasi dan sosial dari 270 juta masyarakat Indonesia.
Lantas, apa solusi yang bisa di tawarkan?

Negara Indonesia harusnya all out dalam penanganan ini, kerahkan seluruh kemampuan yang di miliki dengan berlandaskan pada UUD 1945 alinea ke 4 :

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”

Bukan sebaliknya, kekuatan keuangan negara diambil sedikit saja untuk perang melawan covid-19, agar usai perang nanti ekonomi tetap kuat untuk bangkit. Akibatnya, alat pelindung diri (APD) para pejuang di garis depan malah compang-camping, hingga banyak dokter dan tenaga medis tewas dirasuki virus covid-19.

Pengerahan kemampuan keuangan negara untuk perang melawan covid-19, sebagai perbandingan, Presiden Trump mengucurkan 1 triliun dolar AS (setara 15 ribu triliun rupiah) itupun masih kecolongan dan jatuh banyak korban, sedangkan Indonesia membagi stimulus untuk pariwisata (supaya penerbangan ramai dan lancar) serta sektor manufaktur, semua kepentingan ekonomi, bukan prioritas untuk front melawan covid-19.

Prinsip Salus populi suprema lex esto (keselamatan rakyat hukum tertinggi) adalah sebuah pilihan tepat dan harus dijunjung tinggi bersama, pemerintah wajib mengutamakan perintah konstitusi “melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia”.

Negara juga jangan melupakan UU no 6 tahun 2018 (Kekarantinaan Kesehatan), yang sudah mengatur jelas bagaimana pencegahan, penanganan dan penindakan hal-hal yang mengancam kesehatan masyarakat.

Sekali lagi, mewujudkan UU nomor 6 tahun 2018 ini, pemerintah harus all out dengan segala kemampuan dan sumber-sumber yang di miliki termasuk berkoordinasi dengan negara lain dan bekerjasama dengan organisasi kesehatan nasional.

Seterusnya, kekuatan terpenting negara ini ada pada rakyatnya yang berjumlah 270 juta orang, tidak usah diragukan tentang kerjasama masyarakat banyak ini, kita sudah melihat dengan jelas tanpa ada instruksi pun masyarakat sudah mulai turun ke jalan dan bahu membahu menangani virus covid 19 ini , namun yang menjadi kekhawatirkan adalah kurangnya edukasi dan pelindung diri malah akan membuat masyarakat yang berempati ini justru terpapar wabah virus ini.

Pilihan sesungguhnya ada di tangan pemimpin negara dan pembesar-pembesar negeri ini, aspek ekonomi saat ini bukanlah menjadi hal prioritas negara. Keselamatan nyawa masyarakat luaslah yang menjadi prioritas negara menuju Indonesia yang lebih baik. Semoga wabah meresahkan ini segera berlalu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *