Pro Kontra Antara Eksekutif dan Legislatif Tebo Pembangunan Kantor Pelayanan Terpadu

 323 total views,  2 views today

Pro Kontra Antara Eksekutif dan Legislatif Tebo Pembangunan Kantor Pelayanan Terpadu.

Read More

TEBO GLOBALINVESIGASINEWS.COM.Proyek pembangunan Kantor Pelayana Terpadu senilai 7 Miliayar yang di kerjakan oleh Dinas PUPR Tebo menuai pro dan kontra antara Legeslatif dan Eksektif.

Pasalnya proyek tersebut dianggap tidak mengindahkan surat edaran beberapa kementrian. Membangun mega proyek dalam situasi pendemi covid 19.

Penolakan tersebut di sampaikan oleh unsur pimpinan DPRD Fraksi Demokrat Syamsu Rizal, SE.M.Si dalam sidang paripurna dengan pandangan ahkir Fraksi terhadap tujuh Ranperda dan penyampaian LKPJ Bupati Tebo pada senin(13/4)Melalui teleconfrence.

Dalam penyampaian tersebut Syamsu Rizal ketua DPD Demokrat Kabupaten Tebo mengatakan agar
Bupati Tebo menghentikan pembangunan gedung pelayann terpadu, mengingat saat ini kita sedang prihatin wabah covid 19.

Kemudian Idai (sapaan akrab) juga mengingatkan kepada Bupati terkait dengan 3 hal diantaranya.
1.surat Menkeu No.S-247/MK.07/2020 tanggal 27 maret : perihal penghentian proses pengadaan barang dan jasa dana DAK Fisik tahun 2020.

  1. Keputusan bupati Tebo no 239 tahun 2020 tanggal 20 Maret tentang penetapan Siaga Darurat Bencana non alam akibat virus Corona di wilayah Tebo.
  2. Hasil rapat video conference jajaran Pemda seluruh lndonesia dengan Menteri Keuangan lndonesia Sri Mulyani pada kamis 9 April 2020 dengan kesimpulan akan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Tentang besaran pemotongan dana transfer ke daerah.

Sementara itu, berbanding terbalik dengan apa yang di sampaikan Bupati Tebo. H. Sukandar, S.Kom.M.Si kepada wartawan menjelaskan, ” Terkait penyebaran Covid19 tidak ada peningktan ODP dan PDP di Kabupaten Tebo, dan tidak ada pemberlakuan PSBB”. Jelas Bupati.

Sangat disayangkan apabila semua anggaran kegiatan pembangunan lnfrastruktur difokuskan ke dana tanggap covit, karna akan mubazir apabila dana tersebut tidak terpakai dikarenakan wabah covid sudah menghilang.

“kita pemerintah Kabupaten Tebo sudah anggarkan dana tanggap covid senilai 26 miliar rupiah dan dana tersebut siap dibutuhkan kapan saja, sedangkan untuk pergeseran anggaran lainya sedang diupayakan sesui dengan kebutuhan”.
(HrfGinews)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.