Adanya Ancaman Pembunuhan Kepada Wartawan, Sebelumnya Kapolsek Ditusuk & Anggotanya Disekap di Jambi Terkait PETI !!!

  • Whatsapp

 1,670 total views,  2 views today

Global Investigasi News.com – Jambi, Sebelum terjadinya tindak pidana pengancaman pembunuhan kepada Irwanto, Kepala Biro Media Cetak dan Online Global Investigasi News & Ginews TV Investigasi.com, Belasan polisi dianiaya dan disandera sekelompok orang diduga warga setempat. Cerita yang relatif langka ini terjadi di sebuah desa bernama Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Read More

Peristiwa bermula pada Minggu 10 Mei sekitar pukul 9 pagi. Ketika itu Unit Tindak Pidana Tertentu Polres Bungo dan Polsek Pelepat mendatangi suatu tempat di Batu Kerbau yang diduga terdapat penambangan emas tanpa izin/ilegal (PETI).

Informasi ini awalnya mereka peroleh dari Facebook akun Abunyani Yani mengunggah informasi PETI ke grup ‘Bungo Bebas Bicara’.

“Berawal dari postingan itu, tim dari Unit Tipidter Polres Bungo langsung melakukan penyelidikan bersama dengan personel Polsek Pelepat, Senin (11/5/2020) siang.

Tiba di lokasi, tim menemukan alat berat yang diduga digunakan untuk menambang. Namun saat itu tak ada aktivitas sama sekali. Mereka lalu melepaskan perangkat komputer dari alat berat. Usai menyelidiki area, pada Minggu malam, tim kembali ke polsek yang jaraknya sekitar dua jam.

Saat itu hujan, jalanan berlumpur. Ditengah jalan Desa Belukar Panjang, perjalanan terhenti karena polisi dihadang 600an orang, laki-laki dan perempuan yang diduga warga.

Keributan tak terelakkan. Kendaraan tim dirusak. Kapolsek Pelepat AKP Suhendri bahkan ditusuk di bagian bokong. Ia dibantu tujuh personel melarikan diri ke kamp PT Prima Mas Lestari (PML). Lainnya disandera.

15 polisi bebas setelah aparat dan para tokoh masyarakat bernegosiasi kira-kira satu jam. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa menegangkan tersebut.

Polisi masih menyelidiki perkara ini, termasuk apakah ada provokator dan apakah warga setempat juga bekerja sebagai penambang emas ilegal.

Kasus tambang emas ilegal bukan kali ini saja terjadi di Jambi. Pada Januari-September 2016, Polda Jambi dan jajaran mengungkap 11 Kasus PETI diberbagai daerah dengan 26 orang jadi tersangka.

Ketika itu polisi mengamankan barang bukti berupa 3 ekskavator, 2.475,05 gram emas, 7.958,66 gram perak, 33,79 gram pasir kalam, 12 biji pentolan emas seberat lebih kurang 11 gram, 4,1 gram emas batangan, 20 kantong perak urai, satu kantong perak bulat dan uang tunai Rp8,41 juta.

Sementara April lalu, Satuan Reserse Kriminal Polres Tebo meringkus 8 orang tersangka diantaranya MUS, NUR, MAM, PEN RIZ, SUD, NOP, dan AND di Desa Sungai Sri, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo. Ketika ditangkap, mereka sedang mengoperasikan ekskavator.

Dengan adanya kejadian tersebut Jajaran Redaksi khawatir mengenai keselamatan para Wartawannya yang ada di daerah khususnya di Muara Siau Kabupaten Merangin, “Ngeri, Jangankan Wartawan Aparat Penegak Hukum saja bisa bernasib seperti itu apalagi wartawan yang hanya bersenjatakan pena” Kata Asdar panggilan akrab Pemimpin Redaksi Media Cetak dan Online Global Investigasi News.com dan Ginews TV Investigasi.com, Jum’at (15/5)

“Kami selaku Pimred menghimbau kepada seluruh wartawan Media Cetak dan Online Global Investigasi News & Ginews TV Investigasi dimanapun anda berada agar senantiasa berhati hatilah didalam menjalankan tugas tugas jurnalistik karena resikonya cukup besar apalagi pada saat melakukan investigasi untuk membongkar sebuah jaringan kejahatan”, imbuhnya.

“Harapan kami bahwa tindakan seperti ini sudah tidak bisa ditolerir lagi dan berharap kepada Kapolri yang kami banggakan untuk memutus mata rantai jaringan Mafia PETI yang sudah sangat meresahkan dan membahayakan keselamatan dan nyawa manusia juga menyeret para pelakunya ke pengadilan termasuk pelaku pengancaman pembunuhan kepada wartawan kami, karena jika hal ini dibiarkan begitu saja akan menjadi preseden buruk dikemudian hari didalam penegakan supremasi hukum di negeri yang kita cintai ini”, tambahnya.

“Informasi terakhir yang masuk ke Meja Redaksi bahwa Irwanto korban pengancaman Oknum PNS kondisinya sekarang sedang dalam keadaan sakit bahkan ada Oknum yang konon katanya mengaku dari sebuah media lokal datang malam hari, (Kamis, 14/5) mengajak bertemu dengan Kaperwil Jambi dengan maksud dan tujuan yang tidak jelas, kami hanya berurusan dengan sang Oknum, siapapun yang datang kami tidak peduli apalagi mereka mengajak adu kekuatan segala, silahkan saja !!! kami sedikitpun tidak akan mundur dan takut untuk menegakan sebuah kebenaran, tujuan kami hanya satu yakni TEGAKAN SUPREMASI HUKUM dan memberitakan sesuai fakta dilapangan, tak peduli dia orang berpengaruh didaerahnya, apalagi kami seorang wartawan yang menjalankan tugas Jurnalistik sesuai dengan Amanat Undang undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, jangan menyalahgunakan propesi !?, apalagi dengan menjadi “BACKING PELAKU KEJAHATAN” !!!. (Red)

dari berbagai sumber/Net

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *