SMPN 3 Pante Bidari Butuh Perhatian Serius Dari Pemerintah

  • Whatsapp

 350 total views,  1 views today

SMPN 3 Pante Bidari Butuh Perhatian Serius Dari Pemerintah

Read More

Globalinvestigasinews.com – Aceh Timur, Seharusnya sekolah yang sudah memiliki sarana lengkap untuk peserta didik mengiklaskan sekolah lain yang masih minim sarana prasarana. Seperti halnya dengan siswa-siswi SMPN 3 Pante Bidari yang harus rela bermain dengan air setiap harinya, Bahkan disaat mau mengikuti upacara dipagi hari. Jumat 15 oktober 2020

Bagaimana tidak demikian, lapangan upacara mengalami banjir setiap musim hujan, dan bahkan debit air di halaman sekolah tersebut hampir saja masuk ke ruang belajar, Hal ini otomatis berdampak pada perkembangan siswa dalam menggali ilmu.

karena keterbatasan anggaran disekolah tersebut hingga membuat sekolah SMPN 3 Pante Bidari hampir jadi sekolah terapung di Aceh Timur.

Seharusnya pemerintah lebih peka melihat dunia pendidikan, jangan sampai sekolah tersebut menciptakan bibit penyakit karena terendam banjir, pemerintah harus memikirkan jalan keluar, minimal buat saluran pembuang, atau lening di sekeliling rumah sekolah tersebut,agar air hujan tidak hinggap berbulan bulan di halaman sekolah.

Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Gampong Alue ie Mirah kecamatan Pante Bidari kabupaten Aceh Timur membutuhkan sentuhan yang serius dari pemerintah, Pasalnya,masih banyak ditemukan sekolah yang memiliki Sarpras jauh dari standar kelayakan.

Sekolah yang berada puluhan kilo meter dari ibu kota kecamatan itu luput dari perhatian pemerintah, selain tidak ada nya saluran pembuang air, kondisi sekolah pun tampak seperti tidak ada kegiatan belajar mengajar, faktor nya sekolah tidak terawat sama sekali,selain sudah ditumbuhi semak belukar, cat dinding pun sudah kusam.

Bahkan lebih mirisnya lagi gedung ruang belajar yang sudah beberapa tahun selesai dibangun belum juga di cat sampai hari ini.
dan Bahkan ada gedung yang sedang di rehab pada tahun 2020 ini, terlihat seng bekas sedang di cat ulang. Entah kemana penggunaannya.

Sekolah yang berdiri sejak 2006 itu, selain membutuhkan saluran pembuang air, agar tidak terendam banjir, sekolah tersebut juga membutuhkan pagar belakang dan juga pamplet nama sekolah, jangan orang beranggapan itu hanya sebuah gedung siluman yang sudah lapuk dimakan usia. Tampa plang nama gedung.

Ironisnya,sampai saat ini sekolah tersebut belum berbenah diri, upaya kepala sekolah dalam memperjuangkan kepentingan sekolah patut dipertanyakan.

Bagaimana sekolah dapat mencetak anak didik dengan maksimal apabila sarana dan prasarananya tidak menunjang.

Sementara salah seorang warga desa Alue Ie Mirah yang enggan disebutkan namanya media ini mengatakan, saya sebagai masyarakat dan juga wali murid di sekolah tersebut, berharap kepada Lembaga Istansi terkait untuk turun lansung secepatnya kelokasi melihat kondisi sekolah kami, dan juga mereka harus mengaveluasi kinerja kepsek SMPN 3 Pante Bidari. Harapnya

Lanjutnya, harapan kami dengan turun nya pihak terkait untuk melihat langsung kondisi sekolah, kami mohon bantuan nya untuk diperhatikan sekolah kami, jangan dibiarkan sekolah kami seperti ini, seperti tidak ada yang punya bangunan ini, karena anak anak kami ini sangat membutuhkan pendidikan. Tuturnya

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur Saiful Basri S.Pd., M.Pd., saat dihubungi media ini via pesan whatsappnya mengatakan, Pak Kabid PSMP ..sudah berkunjung langsung kesekolah…dan sudah memanggil kepsek nya untuk meningkatkan kinerja nya…insyaallah kita juga berupaya untuk memasukkan anggaran untuk saluran air. Jawabnya singkat

Reporter : ZAS

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *