Ditengah Pandemi, Diduga “Paksakan Jual Buku LKS” !?

  • Whatsapp

 508 total views,  1 views today

Ditengah Pandemi,
Diduga !!! Paksakan Jual Buku LKS
glonbalinvestigasinews.com

Read More

Lumajang,16/10/2020_Berawal dari keluhan wali murid yang enggan disebut namanya,bahwa dikala pandemi seperti saat ini untuk belajar anak kami masih harus membeli 3 buku LKS seharga 85.000 bukan progaram pemerintah yang katanya untuk mencapai pendidikan 9 tahun itu sudah dapat bantuan,jika bantuan dari pemerintah masih ada kenapa masih harus membeli Lks,ujarnya (12/10/2020)

Guna memastikan adanya penjualan LKS di SDN 1 PASIRIAN Media Cetak&Online globalinvestigasinews.com konfirmasi kepada subut saja P.Nanang selaku Kepala Sekolah,”iya,memang ada LKS dijual namun bukan kami yang menjual,jika ditemukan adanya penjualan LKS saya tidak tahu,soalnya cara mengajar saat ini itu guru sambang,karena disitu dibentuk paguyuban oleh komite,dan saya sebagai kepala sekolah tidak mengetahui adanya itu,begitu pula komite dan guru belum koordinasi dengan saya,”ujarnya (15/10/2020)

Tapi yang menjadi pertanyaan dengan keterangan Kepala Sekolah,
Jika bukan sekolah yang menjual,lantas siapakah yang menjual ??
Jika Kepsek tidak mengetahui kinerja komite dan guru sambang lantas apa peran seorang Kepsek sebagai penanggung jawah atas kegiata sekolah !?

Kenapa ditengah pandemi ini masih marak penjualan LKS disetiap sekolah,apa himbauan dari Dinas Pendidikan terabaikan padahal itu sudah diatur oleh PERMENDIKBUD;

Sebagaimana diatur dalam Pasal 12a, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah.
Di pasal itu tertulis, Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di sekolah.
Tak berhenti pada guru, karyawan dan komite sekolah. Larangan ini pula juga berlaku bagi koperasi yang ada di lingkungan sekolah tersebut. bersambung (*tim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *