Danramil dan Babinsa Kodim Loteng Terima Sosialisasi Prokes Covid-19 Saat Pemungutan Suara Pilkada 2020

  • Whatsapp

 136 total views,  1 views today

Danramil dan Babinsa Kodim Loteng Terima Sosialisasi Prokes Covid-19 Saat Pemungutan Suara Pilkada 2020.

Read More

Global Investigasi News Com

Lombok Tengah, NTB – Para Danramil dan Babinsa jajaran Kodim 1620/Loreng menerima sosialisasi tata cara penerapan protokol kesehatan covid-19 saat pemungutan suara di TPS pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Loteng yang tepatnya tanggal 9 Desember 2020 oleh KPU dan Bawaslu Loteng. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Serbaguna Makodim 1620/Loteng Rabu pagi
( 25/11/2020).

Kegiatan sosialisasi dibuka langsung oleh Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan, S.IP dihadiri oleh Alimudin Sukri Komisioner KPU, Usman Faesal Divisi SDM Bawaslu Loteng, Para Danramil dan Babinsa jajaran Kodim 1620/Loteng.

Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan, S.IP menyampaikan bahwa Kodim 1620/Loteng siap membantu pemerintah daerah dan penyelenggara pemilihan Cakada Loteng dalam mensukseskan pilkada tahun 2020 sehinga perlu pemahaman tentang penerapan protokol kesehatan Covid-19 saat pemungutan suara.

“Kegiatan ini nantinya akan diteruskan dan dilakukan sosialisasi ke masyarakat oleh Danramil dan Babinsa secara bersama-sama dengan penyelenggara pilkada, Camat dan kepala desa. Dengan tujuan mengedukasi masyarakat agar patuh terhadap prokes saat pemungutan suara dan terhindar dari Virus Covid-19,” jelas Dandim 1620/Loteng.

Sementara Komisioner KPU Loteng
Alimudin Sukri mengatakan pelaksanaan pencoblosan pada pilkada Loteng tahun 2020 ini berbeda dengan pelaksanaan pilkada sebelum-sebelumnya sebab pilkada kali ini dalam masa pandemi covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kami harus melakukan diferensiasi kegiatan sosialisasi. Dan yang paling penting adalah sosialisasi mengenai hal Baru di TPS. Supaya masyarakat selaku pemilih mengetahui dan memahami bahwa datang ke TPS itu aman,” ujar Alimudin Sukri.

Pihaknya berharap anggota TNI bersama aparat terkait yang terlibat pengamanan dapat ikut membantu dan mengingatkan masyarakat agar dalam pelaksanaan pencoblosan selalu mematuhi protokol kesehatan seperti 3 M yakni Menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Karena di satu sisi kerumunan orang harus dihindari di masa pandemi sekarang. Intinya di TPS ada hal baru. Tentunya terkait dengan upaya-upaya mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Selanjutnya Komisioner KPU Loteng memberikan penjelasan tentang gambaran pelaksanaan prokes Covid-19 saat pemungutan suara di TPS dimana nantinha akan dijumpai saat hari pemungutan suara dalam Pilkada Serentak 9 Desember nanti, antara lain pemilih di TPS maksimal 500 orang pemilih. Pengaturan waktu kedatangan pemilih ke TPS.

Kemudian, sebelum pelaksanaan pemungutan suara, TPS akan dilakukan sterilisasi dengan dilakukan penyemprotan disinfektan. Petugas KPPS yang akan bertugas di TPS dalam kondisi sehat dan menerapkan protokol kesehatan.

Berikutnya, setiap pemilih akan di cek suhu tubuhnya. Setiap pemilih juga diwajibkan memakai masker saat akan menggunakan hak pilihnya di TPS. Akan disediakan sarung tangan sekali pakai bagi pemilih saat akan menggunakan hak pilihnya di bilik suara.

Selanjutnya, paku untuk alat coblos akan disterilisasi setiap saat oleh KPPS. Dan terakhir, setiap pemilih yang telah menggunakan hak suaranya akan di tandai dengan tinta tetes di jari tangannya.

Sedangkan Divisi SDM Bawaslu Loteng Usman Faesal mengatakan
bahwa tugas Bawaslu Loteng adalah awasi proses prokes mulai pendaftaran sampai pungut hitung dan jika terjadi pelanggaran saat kampanye, pihaknya hanya memberikan sejenis rekomendasi dan jika tidak diindahkan maka berkoordinasi dengan aparat hukum terkait termasuk saat pungut suara.

“Pelaksanaan Pungut hitung di TPS harus berjarak 1 meter yang akan diawasi dimasing-masing TPS. Dan kami mengawasi jalannya pungut hitung termasuk di dalam TPS apakah petugasnya menggunakan 3 M termasuk mengecek suhu tubuh 37′,” jelasnya.

Usman Faesal juga menegaskan bahwa pelaksanaan prokes covid-19 saat pemungutan suara adalah atensi dari pusat dan propinsi sehingga pihaknya harus mengawasi bentul proses pemungutan sesuai dengan prokes.

“Jadi kami bekerja sangat ekstra dalam mengawasi proses protokol kesehatan ini, jangan sampai ada kluster baru dalam pilkada Loteng ini,” tutupnya.
( Red H.Imran GIN Biro Loteng)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *