Zubir Menilai, Kuechik Terlalu Baper dan Songong Menanggpai Masalah

  • Whatsapp

 66 total views,  1 views today

Zubir Menilai, Kuechik Terlalu Baper Dan Songong Menanggpai Masalah

Read More

Globalinvestigasi.news Aceh Timur – menanggapi pemberitaan di media online, yang menyebutkan dua aparatur desa dipecat karena tidak bisa bekerja sama dengan kades, Pernyataan Keuchik Desa Lueng Peut sangat bertolak belakang dengan Fakta yang sebenarnya, bahkan beberapa alasan Keuchik Desa Lueng Peut (Zulkifli) yang menjadi dasar pemberhentian Kedua perangkat Desa sangat tidak masuk akal “seharus nya Keuchik berbicara jujur tidak berbohong kepada publik, kata M.Zubir dan Hidayat menanggapi pernyataan Keuchik Zulkifli alias Toke Peuli yang dimuat Acehpoe 24/11 lalu.

Kami perlu menanggapi pernyataan Keuchik Zulkifli, karena apa yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta, sejak terpilihnya sebagai Keuchik semua perangkat patuh dan menjalankan tugas sesuai kewajibannya, kata hidayatullah kepada Sejumlah awak media di sebuah Caffe perbatasan Aceh Timur dan Aceh Utara jumat 27 November 2020

Lanjutnya, sebelum Zulkifli terpilih menjadi Keuchik, kami semua perangkat desa yang diangkat masa periode Keuchik Amrizal tidak ada persoalan, selanjutnya saat Pak Rajudin selama setahun menjabat sebagai Plt Keuchik juga tidak ada persoalan, kami bekerja sangat kompak dan pelayanan terhadap masyarakat berjalan lancar termasuk dalam pelaksanaan kegiatan dana desa. Ujar Hidayat

Mungkin yang dimaksud Keuchik Peuli tidak patuh kepada pemimpin, terkait bantahan dalam rapat dulu, disitu ada terjadi beda pendapat dengan kami, karena tidak setuju keinginan Keuchik untuk melaksanakan pekerja fisik rehab jalan, karena yang kami tau Pemerintah Pusat dan Daerah harus melanjutkan BLT(Bantuan Langsung Tunai) sampai bulan desember, jika rehab jalan dikerjakan nanti tidak ada uang lagi untuk BLT, Jelas Hidayat.

Selanjutnya terkait ucapan Keuchik Peuli dimedia online, bahwa dalam pemilihan Imum Gampong tanpa sepengetahuan dirinya, padahal yang perintahkan untuk membuat pengumuman kepada masyarakat dari Keuchik sendiri, jika tidak percaya tanyakan saja kepada Ketua Tuha Peut Gampong, ujar Hidayat.

Sementara (Zubir) menilai sikap Keuchik Zulkifli terlalu baper dan songong, sehingga perbedaan pendapat dianggap tidak patuh kepada nya, termasuk dalam hal penolakan perintah Keuchik dalam pengukuran tanah tidak perlu melibatkan wali tanah, jelas kami tidak mau bermasalah dikemudian hari sebab yang menjadi sasaran utama adalah yang melakukan pengukuran, tandasnya.

Sementara Ketua TPG Gampong Lueng Puet, Shalahuddin saat dikonfirmasi media ini mempertanyakan apakah benar keuchik tidak mengetahui atau tidak dilibatkan Keuchik saat Pemilihan Imum Gampong, sehingga Keuchik merasa tidak dihargai karena bukan warga asli Desa Lueng Peut ” Kon asoe lhok”

Tidak benar jika Keuchik tidak tau, karena dia sendiri yang memerintahkan pemilihan imum gampong dan pada saat pemilihan juga ikut hadir keuchik, bahkan saat pelantikan Imun dua malam yang lalu keuchik juga hadir, jelas Shalahuddin.

Ketika disinggung soal pemecatan dua perangkat Desa, diri nya mengetahui dari Kadus dan kaur yang sudah diberhentikan saat mereka menjumpai dengan saya dan melaporkan nya. Katanya

Selanjutnya saya menghadap Camat Madat, dalam penjelasan Camat pemberhentian tersebut tidak sah, karena tidak ada surat peringatan pertama atau SP 1, jika Sp 1 dan 2 tidak ada, itu tidak sesuai dengan aturan pengangkatan dan pemberhentian, dan jika sudah ada SP 1 dan 2 kita juga harus membina terlebih dahulu mereka, bukan langsung memecatnya, kata Shalahuddin menirukan ucapan Camat.

Reporter : ZAS

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *