Didampingi Gubernur Jateng, Menparekraf RI Kunjungi Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

  • Whatsapp

 31 total views,  1 views today

Semarang – Global Investigasi News – Dalam Kunjungan kerjanya, Menparekraf RI Sandiaga Salahudin Uno, Di dampingi Gubernur jawa tengah Ganjar Pranowo, Memberi harapan baru bagi masyarakat Desa Lerep, yang menggantungkan lapangan kerjanya di sektor pariwisata dan ekonomi krearif.Kamis (4/1/21).

Read More

Di Dampingi Gubernur Jateng, Menparekraf RI Kunjungi Desa wisata Lerep, Kabupaten Semarang

Sandi mengatakan, “Desa Lerep merupakan satu dari ratusan desa wisata yang dikembangkan oleh Kemenparekraf”.

Desa Lerep diharapkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah, seperti Borobudur, Taman Nasional Merapi kawasan Dieng dan lainnya.

“Kami sudah mencanangkan bahwa desa wisata akan menjadi program unggulan, jadi mohon izin juga Pak Gubernur, Pak Bupati kita akan banyak desa wisata,” kata Sandiaga dalam Sambutanya.

“Kabupaten Semarang saja ada 55, kami sedang mendata di destinasi super prioritas Borobudur untuk kita sama-sama kembangkan agar masyarakat ekonominya bisa kembali bergerak, tentunya dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.”

Ditanya soal kesiapan SDM, Sandiaga menjelaskan bahwa “Desa wisata Lerep ini nanti akan ada program-program pendampingan. SDM-nya bagaimana bisa lakukan paket wisata agro melalui travel keteng,” jelas Sandiaga.

“Kita juga bisa melihat bagaimana penggunaan media sosial untuk menangkap minat dari masyarakat yang sekarang melakukan perjalanan wisata itu lebih customized, personalized, localized dan smaller in size,” ucap Sandi.

Ganjar Pranowo gubernur Jateng, menjawab pertanyan awak media soal kesiapan infrastruktur di Desa wisata Lerep, kecamatan Ungaran Barat.

“kita akan membangun jaringan bus yang terintegrasi dari tengah kota menuju setiap desa wisata di Jawa Tengah agar desa wisata yang lokasinya terpencil, seperti Desa Lerep dapat diakses dengan mudah.

“Dihadirkan shuttle bus, sangat mungkin dilakukan dan itu bisa menjadi unit usaha yang bisa dibikin, maka di luar nanti ada terminalnya, arahan Pak Menteri tadi, mereka berhenti seperti airport gitu kan, terus kemudian ada shutlenya,” kata Ganjar.

“Bukan tidak mungkin, karena itu bisa dilakukan. Kita punya Perda kok, untuk setiap Bumdes bisa dapet Rp 1 miliar dan di sini sudah bisa dapet, dan tingkat keterpencilan itu bukan masalah kalau indah, kalau menarik, dan itu pasti akan dicari, tinggal kita memperbaiki infrastruktur,” kata ganjar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *