Kasus Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Mulai Dilirik KPK, Amir Hamzah Ormas Gerbang Timur: “Saya Sudah Dihubungi Penyidik KPK ?!”

 119 total views,  3 views today

BANGKALAN – Bergulirnya Kasus demi kasus di Kabupaten Bangkalan Jawa Timur mulai disorot Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) penegak hukum independen di Indonesia.

Read More

Sebelumnya banyak pejabat Bangkalan Jatim diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diantaranya terkait dugaan Gratifikasi Asesmen dalam pengangkatan Kepala Dinas dilingkungan Birokrasi Bangkalan Jatim.

Tak hanya sekelas kepala dinas dan kabag protokol bangkalan yang di periksa sebagai saksi oleh penyidik KPK, konon informasinya sampai ke pejabat Eselon II A Wabup dan Bupati Bangkalan Jatim.

Kini KPK mulai melirik dugaan kasus korupsi di tubuh BUMD Bangkalan Jatim yang sempat ditelan bumi tanpa ada Kode-kode berkelanjutan dari Aparat Penegak Hukum (APH) terkait di kabupaten Bangkalan Jatim.

Amir Hamzah Ormas Gerbang Timur asal konang Bangkalan Jatim yang melaporkan Dugaan Kasus Korupsi BUMD Bangkalan Jatim menyatakan; bahwa dirinya sudah dihubungi Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perihal laporan yang pernah di masukkan ke Kejaksaan Negeri Bangkalan Jatim pada tahun yang silam.

Kami berharap KPK ikut andil dengan persoalan-persoalan kasus di kabupaten Bangkalan Jatim karena selama ini Aparat Penegak Hukum (APH) didalamnya dirasa tidak mampu menangani Kasus BUMD dan belum begitu lihai dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi.

Diantaranya kasus Tanduk Majang Yang Menghanguskan Rp 15 Miliar tanpa ada kejelasan maupun Fee Proyek yang selama ini bergelimpangan di kabupaten Bangkalan Jatim

Semoga kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat membuka tabir kepalsuan yang selama ini bersemayam di bumi Bangkalan serta hanya dinikmati oleh kalangan tidak bertanggung jawab, baik dibidang Korupsi Kolusi dan Nepotisme” Pinta Amir pada KPK, Rabu (03/08/2022). (DIAN). Sujai WARTAWAN GLOBAL INVESTIGASI NEWS.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.