“BPI KPNPA RI Minta Kapolri Sikat Habis Perjudian Ber-Omzet Miliaran Rupiah Di Medan, Tidak Tersentuh Poldasu Diduga Dibackingi Oknum TNI dan Polri ?!”

 52 total views,  1 views today

2022/08/12

Read More

Jumat, 12 Agustus 2022

Sumut – Jarak.Com, MEDAN – Seorang anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Zainuddin Purba melakukan aksi tunggal di depan Mapolda Sumut, Jumat (12/8).

Saat melakukan aksi tersebut, Zainuddin turut membawa alat pengeras suara serta spanduk berisi tuntutannya.

“Narkoba pembunuh generasi, kok payah kali nutup barak gitu aja,” demikian isi spanduk yang dibawa Zainuddin.

Anggota Komisi E dari Fraksi Golkar itu mengaku bahwa aksi tunggal yang dilakukannya bukan tanpa alasan.

Zainuddin mengaku ada sejumlah permasalahan di Sumut yang membuatnya harus turun untuk menggelar aksi. Termasuk soal maraknya peredaran narkoba, perjudian, hingga diskotek ilegal.

Zainuddin bahkan mengungkapkan salah satu daerah yang menjadi lokasi peredaran narkoba serta diskotek ilegal itu berada di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

“Kehadiran saya di depan Mapolda Sumut ini bukan mencari sensasi, atau mencari panggung politik. Semua ini saya lakukan atas keprihatinan saya. Di sana lah (Kutalimbaru,red) pusat jaringan narkoba ini semua,” kata Zainuddin.

Mantan Ketua DPRD Binjai ini mengaku bahwa dirinya tinggal di sekitaran lokasi peredaran narkoba itu. Untuk itu, sebagai wakil rakyat dia merasa perlu untuk turun tangan dalam memberantas peredaran narkoba di sekitaran rumahnya.

Seorang anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Zainuddin Purba melakukan aksi tunggal di depan Mapolda Sumut, Jumat (12/8).
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sumut di Google News

Tak hanya narkoba, Zainuddin menjelaskan bahwa perjudian serta beberapa diskotek ilegal seperti Sky Garden, Kafe Dulu Indah dan Diskotek Champions juga tumbuh subur di Kecamatan Kutalimbaru ini.

Diskotek ini pun beroperasi seperti biasa, padahal sebelumnya, diskotek itu sudah disegel oleh pihak kepolisian.

“Di kediaman saya, di tempat tinggal saya, ada empat diskotik ilegal berdiri, ada 12 barak transaksi mengonsumsi narkoba secara terang-terangan yang sudah berjalan dalam empat tahun tanpa tersentuh hukum,” ungkapnya.

Anggota DPRD Dapil Binjai-Langkat ini mengaku pihaknya sudah berulang kali mengundang Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak serta Kapolrestabes Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda untuk membahas permasalahan tersebut.

Namun, dia sangat menyayangkan undangan tersebut sama sekali tidak pernah dihadiri oleh Irjen Panca maupun Kombes Valentino.

“Bapak Kapolda dan Kapolres tidak pernah hadir. Sudah banyak, lebih dari lima kali kami surati dan mereka tidak pernah hadir. Kami prihatin atas kinerja Bapak Kapolda Sumut,” ujarnya.

Dia juga mengkritik soal penggerebekan yang dilakukan pihak kepolisian di sejumlah daerah di Sumut. Menurutnya, penggerebekan itu hanya sebuah ‘drama’ yang dibuat oleh pihak kepolisian.

Sebab, seusai penggerebekan itu, tingkat peredaran narkoba bukan berkurang, tetapi malah bertambah.

“Sejauh ini ada tindakan tapi drama karena dilakukan penggerebekan tapi lokasi sudah kosong. Ketika pulang aparat, masuk lagi mereka (pengguna narkoba,red), kan drama busuk itu. Mana pernah bandar dan penjual ditangkap,” pungkasnya.

Untuk itu, Zainuddin meminta agar Irjen Panca Putra Simanjuntak untuk serius dalam menangani peredaran narkoba di Sumut. Apalagi, saat ini Sumut menjadi daerah dengan peredaran narkoba tertinggi di Indonesia
Menyikapi aksi damai Anggota DPRD Sumut dalam menyampaikan aspirasi kepada Kapolda Sumatra Utara , BPI KPNPA RI melalui Satgas Gakkum & Tipikor Ahmad Bowo Damanik juga menegaskan bahwa gebrakan Poldasu dalam menutup tempat – tempat judi dimedan hanya bersipat yang kecil kecil saja sedangkan untuk tempat perjudian yang beromzet miliaran rupiah dikota Medan sampai dengan hari ini tidak bisa tersentuh jajaran Dit Reskrim Polda Sumatra Utara , karena memang dilokasi perjudian yang tidak bisa disebutkan tempat lokasi nya banyak dijaga oknum mulai dari TNI sampai dengan Polri dan info didapat upeti yang disetorkan kepada para pejabat di Polri di Polda sampai ke Mabes sangat besar jadi bila bukan dari Kapolri yang membentuk Timsus untuk bisa grebek tempat perjudian beromzet miliaran rupiah tersebut maka dari Poldasu akan tumpul tidak bisa untuk ditutup lokasi perjudian yang data nya ada di kantongi AM Damanik ,percuma kami melaporkan kepada Poldasu karena setiap gerakan yang akan menutup dilokasi tersebut pasti ada oknum yang membocorkan sehingga langsung ditutup sementara . Tegas A.M Damanik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.