Koq Bisa, “Dana Sudah Dicairkan Namun Pengecatan Median Jalan Kota Kisaran Belum Terealisasi?!”

 66 total views,  3 views today

Asahan-GlobalInvestigasiNews.COM.
Menelusuri sepanjang jalan yang ada di Kota Kisaran dari mulai Jalan Cokroaminoto mengarah Jalan Imam Bonjol, dimana kedua jalan tersebut merupakan jantungnya Kota Kisaran, namun sangat disayangkan dikarenakan semakin memudarnya cat-cat yang selama ini mewarnai pembatasan jalan untuk dua arah (median) saat ini kondisinya sudah sangat pudar.

Read More

Mungkin masyarakat Kabupaten Asahan khususnya yang berdomisili di Kota Kisaran tidak begitu memperhatikan, melihat jika Kota Kisaran semakin hari terlihat semakin kurang indah dipandang, khususnya jika kita melihat warna cat yang menempel di dinding pembatas jalan dua arah (median), seperti yang terdapat di jalan Cokroaminoto hingga jalan Imam Bonjol.

Sambil melihat keadaan Median yang kondisinya sudah memudar warnanya, juga kondisi Median yang sebagian sudah retak dan sebagian sudah pecah, Kamis (22/09/2022) awak Media mencoba menelusuri dinas mana yang menangani dinding pembatas jalan (Median) juga tumbuhan (bunga) yang tumbuh diatas Median.

Setelah mengorek informasi dari beberapa Narasumber, akhirnya awak Media berhasil ketemu dengan narasumber yang cukup memahami tentang anggaran tentang perawatan dinding pembatas jalan (median), namun sang Narasumber minta supaya identitasnya dirahasiakan.

Menurut Narasumber, saat dimintai keterangannya oleh awak media mengatakan, dinding pembatas jalan (median) perawatannya ada masuk di dalam Dinas Lingkungan Hidup (DLH), median itu memang dianggarkan perawatannya setiap tahun, dan untuk tahun 2022 ini anggaran untuk pengecatan dinding pembatas jalan (median) diduga sudah di keluarkan/cairkan, namun kenyataanya dilapangan belum direalisasikan.

“Yang pasti dana untuk pengecatan dinding pembatas jalan (Median) itu memang dianggarkan untuk perawatanya, begitu juga dengan tanaman hias (bunga) yang ditanam diatas Median, juga tenaga yang menanam bunga (tanaman hias), itu semua dianggarkan bang,” kata Narasumber.

Namun saat ditanya oleh awak Media tentang siapa yang melakukan penanaman bunga, Nara sumber menyebutkan, bahwa adalah Mandor dan anggota dari DLH juga ibu-ibu PKK, dan bunga yang ditanamkan diatas Median juga bunga yang biasa-biasa saja, itu pun diduga diambil/putik dari bunga lokasi yang sama, ada pun pembelian bunga hanya sedikit atau sebagian kecil.

“Masa kegiatan Mandor dan anggota dari DLH juga ibu-ibu PKK dari Dharma Wanita Pemkab Asahan yang melakukan gotong royong harus di bayar”, sebut Narasumber.

Menyikapi hal itu, Sekjen DPC AWPI Asahan T Simanjuntak saat dimintai komentarnya oleh awak Media mengatakan, “saya juga sudah croschek kebenarannya di lokasi, dan memang benar jika selain cat yang sudah memudar juga sebagian median sudah retak dan pecah, maka bisa kita simpulkan, jika ada dugaan anggaran untuk perawatan dinding pembatas jalan (median) telah disalah gunakan, mengingat kondisi Median di sepanjang jalan Cokroaminoto sampai Jalan Imam Bonjol kota Kisaran kondisinya warna sudah sangat pudar, begitu juga halnya dengan kondisi bangunan dari dinding pembatas jalan (Median) yang sudah pada pecah,” ucapnya.

Menutup keterangnya T Simanjuntak mengatakan, “kita patut menduga adanya kecurangan dalam penyaluran biaya untuk perawatan dinding pembatas jalan dan tumbuhan (bunga) hias yang ditanam diatasnya, namun kita belum tahu dengan pasti berapa yang dianggarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan, bisa puluhan juta atau ratusan juta mungkin, namun yang pasti jika dana yang dianggarkan untuk perawatan dinding pembatas jalan (Median) direalisasikan dengan sasaran tepat, maka saya yakin seyakin yakinnya Kota Kisaran pasti lebih indah dan ASRI, jadi sejalan dengan visi dan misi Pemkab Asahan yakni, Sejahtera, Religius dan Berkarakter”, ungkapnya.
(S. Ag).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.