“PENYESALAN REGA”

 46 total views,  1 views today

Pati Jateng.

Read More

Rega ‘begitu aku biasa disapa.Usiaku kini 13 (Tiga belas)tahun.Aku duduk di kelas VIII di sebuah SMP yang berada di Desaku.Kehidupanku tak ubahnya seperti remaja lainnya.Setiap hari bersekolah dan bermain bersama teman-teman,namun ada satu yang kurindukan yakni kasih sayang dari sesosok ibu,karena ibu telah memiliki keluarga baru.dengan kehidupanku yang ada tampaknya membuat ayah risau karena keseharianku yang sering berkumpul dengan teman-teman rumah yang juga teman sekolahku kini membawaku kepergaulan yang kurang baik.Aku sering menghabiskan waktu dengan nongkrong di warung bersama mereka yang kuanggap selalu ada saat aku butuh.Ngobrol sambil menghisap rokok untuk menikmati hidup yang kalang kabut.Kenakalan tak berhenti disitu saja,pelanggaran demi pelanggaran di sekolah kubuat dari membolos,terlambat bahkan tidak berpakaian rapi.

Salah satu temanku mengajakku pergi ,setelah sampai di tempat yang di tuju,tiba-tiba sebuah senjata tajam mendarat di kepalaku sehingga terjatuh dan berkucuran darah,Aku minta tolong tapi tidak ada satupun temanku,mungkin mereka juga sedang menyelamatkan dirinya masing-masing.Setelah itu Ayah sangat kesal dan kecewa mengetahui keadaanku yang saat ini,Ayah yang selalu mendambakanku,menyanyangiku,kini malu dan musnah akibat perbuatannku.

Dengan kejadian tersebut Ayahku mendapatkan surat dari pihak sekolahan (BK) tidak lain mungkin mengenai tawuran yang terjadi beberapa lalu.

Meskipun dengan perasaan kecewa,ayah tetap menghadiri panggilan dari pihak sekolah.Aku menceritakan kronologi yang sejujur-jujurnya dan Guru BK mengingatkan untuk tidak lagi membuat pelanggaran karena pihak sekolah bisa mengeluarkannya dan mengembalikan kepada Orang tua.

Kali ini aku benar-benar menyesali perbuatanku ,aku tidak akan mengulanginya lagi karena sebentar lagi lulus dan sekolahan lain mungkin tidak akan menerima siswa Drop Out.

Aku sangat kasihan pada Ayah ,setiap hari membanting tulang untuk memenuhi kebutuhanku.Aku belum bisa memberi dan membanggakan Ayah dan aku juga tidak tahu kapan Allah SWT akan memangilku.Maka dengan nasihat salah satu guruku (Bu Nia) aku akan menjadi anak yang lebih baik lagi dan membuat Ayahku menjadi bangga kepadaku atas prestasiku .lebih baik terlambat untuk kebaikan dari pada tidak sama sekali.

Penulis : Riyanto Driyo Sucipto S,Pd Guru SMPN 1 Sukolilo NIP.196511022007011008

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *