“Diduga Lakukan Praktik Manipulasi Jumlah Siswa, Dana BOS & PIP SMK Sirojul Umah Dipertanyakan, Aktifis Pemerhati Dunia Pendidikan, Agus Satria Angkat Bicara ?!”

 180 total views,  4 views today

Globalinvestigasinews.com, Tasikmalaya – Diduga adanya praktik manipulasi data jumlah siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sirojul Umah Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.

Read More

Dugaan tersebut menjadi asumsi kuat ketika ditemukannya ketidak singkronan antara jumlah siswa yang tertera di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan data siswa ril yang ada di Sekolah.

“Data dari Dapodik itu jumlah totalnya adalah 264 siswa, dengan rincian; kelas sepuluh 144, kelas sebelas 48, kelas duabelas 72. sementara saat dikonfirmasi kepada kepala sekolah mengaku kurang-lebih 130 siswa,” ungkap M. Koswara kepada Global Investigasi News, Selasa (24/123).

Sebagaimana diketahui, M. Koswara sebelumnya telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah dan kepada Guru yang ada di SMK Sirojul Umah. “yang lebih mencengangkan, salah satu guru di SMK itu menyebutkan jumlah siswanya itu kurang-lebih hanya 100 siswa,” tuturnya.

Guna mengcrosscheck kebenarannya, Globalinvestigasinews.com turun ke lapangan dan lakukan konfirmasi kepada Yadi selaku pengawas di sekolah tersebut.

Yadi menerangkan, pihaknya telah melakukan pembinaan dan edukasi sesuai dengan aturan perundang-undangan ke beberapa sekolah SMK Swasta di Kabupaten Tasikmalaya. “Salahsatunya di SMK Sirojul Umah. kepada pihak penanggungjawabnya, dari dulu saya sudah melakukan edukasi dan wanti-wanti. Diantaranya soal siswa, agar input data siswa ke Dapodik harus rill dengan kenyataan, sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Panjang lebar uraian penjelasan yang di sampaikan Pengawas tersebut kepada Globalinvestigasinews.com di tempat Kedai Kopi wilayah Kecamatan Cikatomas. Kesimpulannya, closing statemen yang ditegaskan Yadi, bahwa pihaknya akan melakukan pembenahan. “Saya akan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait dan melakukan pembenahan sesuai dengan tupoksi pengawas,” ujarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Aktifis pemerhati dunia pendidikan, Agus Satria angkat bicara. “SMK Sirojul Umah harus dilaporkan kepada pihak yang berwenang, Sebab berkaitan dengan uang negara, seperti BOS dan PIP. dengan adanya dugaan penggelembungan data siswa tidak menutup kemungkinan adalah faktor kesengajaan. adanya dugaan kuat penyelewengan dana BOS, PIP,” tandas Agus ketika dimintai tanggapan lewat telpon seluler.

Persoalan seperti ini, lanjut Agus, tidak boleh dibiarkan. “Kalau terbukti dan ada oknum yang menyelewengkan uang negara, itu oknumnya harus dipenjarakan. harus ada efek jera dan biar jadi contoh buat sekolah-sekolah lain agar tertib sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” pungkas Agus dengan intonasi nada tinggi saking geramnya. (Nana GIN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *