Pemkab Kab. Bandung Memperingati Nuzurul Qur’an Tahun 1444H, Dengan Harapan Bisa Diimplementasikan Kehidupan Sehari-hari.

 84 total views,  1 views today

Bandung,Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kabupaten Bandung tahun 1444 H
di Masjid Al Fatih komplek Rumah dinas jabatan Bupati Bandung, Soreang, Kamis (6/4/23).

Read More

Dikatakan Bupati Bandung, . Dr. H.M. Dadang Supriatna bahwa giat tersebut merupakan dalam rangka memperingati turunnya Al-Qur’an. Dengan harapan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Apakah kita bisa mengikuti sunah Rasulullah SAW?,” kata Dadang Supriatna.

Bupati Bandung mengungkapkan bahwa para kepala dinas dan para camat se-Kabupaten Bandung sudah melaksanakan pesantren kilat di Jatinangor Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu.
“Tanpa agama hampa dan tidak sempurna,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang Supriatna pun turut mengapresiasi kekompakan para ASN di lingkungan Pemkab Bandung dan jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung serta berbagai unsur masyarakat sehingga Pemkab Bandung meraih berbagai prestasi.
“Ini kekompakan luar biasa. Prestasi Pemkab Bandung sudah meraih 140 penghargaan, dan saya sampai saat ini baru 23 bulan menjabat Bupati Bandung,” katanya.

Bupati Bandung mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memberikan insentif guru ngaji, dalam upaya memuliakan para ulama dan walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 dan kondisi inflasi yang tidak stabil, Kabupaten Bandung bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dalam kondisi demikian, dan di luar nalar manusia, PAD Kabupaten Bandung meningkat 30 persen. Pada tahun 2021 PAD Kabupaten Bandung sebesar Rp 960 miliar dan pada tahun 2022 meningkat jadi Rp 1,237 triliun,” katanya.

Bupati Bandung pun turut mengapresiasi kinerja Kapolresta Bandung dan Dandim 0624/Kabupaten Bandung, terlihat gerak cepat dalam merespon apa yang menjadi aspirasi masyarakat. “Adanya kebersamaan di antara jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung sangat luar biasa. Pak Kapolresta Bandung dan Pak Dandim 0624/Kabupaten Bandung sudah melaksanakan tugas dan fungsinya. Untuk itu, naiknya PAD 30 persen itu hasil kerja semuanya. Kalau tidak aman, dan tidak nyaman belum tentu PAD Kabupaten Bandung bisa naik 30 persen,” katanya.

SelanjutnyabBupati Bandung mengatakan bahwa dirinya juga berusaha untuk menaikkan insentif Babinsa dan Bhabinkamtibmas setelah sebelumnya mereka mendapat insentif Rp. 300.000/bulan.
“Insentif Babinsa dan Bhabinkamtibmas dinaikkan Rp 1 juta karena terasa manfaatnya,” katanya.

Bupati Bandung pun mengintruksikan kepada Sekda Kabupaten Bandung, agar rencana kenaikan uang insentif Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat dimasukkan ke RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah).

Dadang Supriatna pun turut menyampaikan keberadaan pegawai Pemkab Bandung saat ini terdiri dari PNS, PPPK dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 14.997 orang. “Sementara tenaga honorer, sebanyak 10.998 orang. Total jumlah pegawai yang ada, sekitar 26.000. Sedangkan kebutuhan pegawai di Pemkab Bandung mencapai 34.000 orang,” tuturnya.

Bupati Dadang Supriatna mengatakan, bahwa Pemkab Bandung saat ini masih kekurangan pegawai sekitar 8.000-an orang.
“Jika mengingat jumlah penduduk Kabupaten Bandung yang berkisar 3,7 juta jiwa, tentunya kekurangan pegawai ini sangat mempengaruhi kuantitas layanan kita kepada masyarakat,” ujarnya.

Bupati Bandung mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mewujudkan pembangunan dua rumah sakit, yakni RSUD Bedas Cimaung, dan RSUD Bedas Kertasari dari lima rumah sakit yang menjadi target pembangunan di Kabupaten Bandung.
“Tiga rumah sakit lagi, yakni di Ciwidey, Arjasari dan Bojongsoang, segera kita bangun pada tahun 2023. Kita juga berharap kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan untuk mempersiapkan SDM-nya,” katanya.

Tidak lupa, Bupati Dadang Supriatna mengucapkan terima kasih atas peran serta para ASN Pemkab Bandung dalam meningkatkan pembangunan di Kabupaten Bandung.
“Kita mengajak kepada semua pihak untuk kerja cerdas dan ikhlas untuk terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera),” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *