“Diduga Proyek Pemeliharaan Drainase U-Ditch Terkesan Asal Jadi dan Kualitas Patut Dipertanyakan ?!”

 119 total views

Tangerang – Globalinvestigasi News, Perkembangan pembangunan di kabupaten Tangerang dinilai sangat pesat, hal tersebut di buktikan dengan banyaknya program-program pemerintah yang dilaksanakan pada perbaikan serta peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur jalan dan saluran drainase dilingkungan warga masyarakat kabupaten Tangerang. Akan tetapi hal tersebut diduga dinodai oleh kontraktor atau pelaksana pekerjaan tersebut.

Read More

“Pasalnya masih saja ada kontrakator atau pelaksana yang disinyalir melaksanakan pekerjaan yang terkesan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi tanpa memikirkan kualitas pekerjaannya sehingga terkesan tidak Profesional, hal tersebut dapat kita saksikan pada pekerjaan peningkatan Drainase lingkungan di wilayah perumahan jalan Indah 2 Medang Lestari RW 0012 Kelurahan Medang kecamatan Pagedangan kabupaten Tangerang, yang menurut papan informasi pekerjaan dilapangan pekerjaan tersebut menelan anggaran sebesar Rp 119.550.000,00 yang bersumber dari Dana APBD TA 2023 dengan Nomor Kontrak :600/19/SPK-Kec .Pgd/2023, lama waktu pekerjaan 30 hari kalender dan dilaksanakan oleh CV. SBG.

Saat beberapa awak media melakukan kunjungan di lokasi proyek peningkatan drainase tersebut ditemukan fakta bahwa landasan pemasangan U-Ditch tidaklah sesuai dengan spesifikasi RAB karena U-Ditch di pasang dalam keadaan saluran tergenang air dan terendam, serta material U-Ditch yang terpasang terkesan berkualitas buruk karena saat kunjungan beberapa awak media menemukan material U-Ditch dalam keadaan tidak sempurna atau pecah pada ujung sisinya, sehingga kualitas patut dipertanyakan.

Ironisnya pada saat kunjungan beberapa awak media di lokasi pekerjaan yang berada di wilayah perumahan Medang Lestari jl.alam indah 2 RW 0012 kecamatan Pagedangan tersebut tidak ditemui adanya pengawas dari pihak dinas terkait serta konsultan, sehingga hal tersebut diduga menimbulkan kesan tutup mata dari Instansi-instansi terkait, yang lebih Ironisnya saat kunjungan awak media, pekerja sama sekali tidak ada di lokasi pekerjaan, sehingga kuat dugaan bahwa kontraktor atau pelaksana mengabaikan dan hanya berfikir untuk meraup untung besar tanpa memikirkan kualitas pekerjaannya.

pelaksanaa tidak menampik adanya temuan kejadian tersebut dan berusaha berdalih dengan berbagai Alibi. Sehingga diduga sudah adanya main mata sehingga proyek pekerjaan yang tersebut dapat berjalan lancar-lancar saja tanpa adanya pengawas pada saat pekerjaan.

Diminta kepada dinas serta instansi-instansi terkait agar dapat segera mengambil tindakan tegas kepada oknum kontraktor atau pemborong nakal yang diduga tidak profesional dalam melaksanakan pekerjaan agar dapat menimbulkan efek jera dan sebagai contoh untuk para kontraktor lainya, serta masyarakat juga menghimbau kepada dinas serta instansi terkait dapat memberikan pekerjaan kepada kontraktor yang lebih profesional agar pembangunan kabupaten Bekasi dapat berjalan dengan maksimal.

(Ronny)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *