Kalangan Insan Pers Mengecam, “Diduga Legalitas Wartawan Dijadikan Senjata Oknum Pengawas Pembangunan SUTET ?!”

 458 total views

Wartawan bertugas mencari, menyimpan, mengolah, menyusun, dan menyampaikan berita kepada publik. Wartawan berperan sebagai watchdog (penjaga atau pemantau) Peran wartawan ialah sebagai ujung tombak pencarian informasi di lapangan bukan sebagai penjaga SUTET”

Read More

PANDEGLANG – Global Investigasi News.com – Salah satu Anggota Wartawan global investigasi News, Juyamin dan rekannya yang aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengaku merasa dihalang-halangi dan direndahkan terkait profesinya selaku pencari informasi/jurnalistik pada saat konfirmasi di pembangunan SUTET yang berlokasi di Kampung Kawung Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang, 28/6/ 2023.

Pasalnya disaat beliau akan meminta tanggapan dari pihak pelaksana proyek pembangunan, malah dihadang orang yang mengaku sebagai pengawas teknik, bukannya jawaban mengenai seputar pekerjaan, tetapi malah ditantang adu berita dan mengaku bahwa dirinya sebagai seorang wartawan.

Dikatakan Juyamin “saya datang pakai, etika dan baik-baik serta dia menanyakan legalitas, saya jawab dengan benar, bahkan saya perlihatkan KTA, Surat Tugas dan Id. Card, namun dia merendahkan legalitas yang saya perlihatkan.

Bahkan dia mengatakan saya juga Wartawan dan harus seperti saya tercantum di Box Redaksi, kalau memang benar dia Wartawan seharusnya dia faham untuk memberikan informasi agar saya selaku wartawan dapat memberikan informasi kepada publik lewat pemberitaan media saya, dengan kejadian seperti ini, saya tidak sampai mendapat informasi/ keterangan terkait pekerjanya, bahkan saya belum bisa menyimpulkan apakah itu pembangunan SUTET atau SUTT dia juga sempat mengatakan bilang sama Redaksi kamu, kalau mau meliput datang dulu ke Kantor”, jelasnya.

Oknum pengawas pembangunan SUTET saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, tidak memberikan jawaban sampai berita ini diterbitkan.

Pada kesempatan lain, Asep Darsono Pemimpin Redaksi Media Cetak & Online GLOBAL INVESTIGASI NEWS menegaskan saat diminta komentarnya terkait masalah tersebut, “Bahwa betul, Sdr. Juyamin itu Wartawan Media Cetak & Online Global Investigasi News, untuk wilayah tugas di Biro Kabupaten Pandeglang, namanya juga tercatat di Box Redaksi dan hasil karya jurnalistiknya sudah banyak dipublikasi, Saya sebagai Pemred hanya menyayangkan saja kejadian tersebut terjadi, seharusnya para pihak menerima kehadiran wartawan dengan baik selanjutnya ditanya maksud dan tujuannya apa, tak lupa menanyakan legalitasnya, jika sudah tahu coba cek medianya eksis atau tidak serta dibuka dan dibaca di Box Redaksi, apakah wartawan yang bersangkutan tercatat atau tidak di Box Redaksi, jika ada hal yang mencurigakan bisa menghubungi Kantor Redaksi Wartawan tersebut atau melaporkannya ke Pihak Kepolisian, jangan sampai mengeluarkan bahasa atau kata – kata wartawan bodong”, tegasnya.

“Insya Allah, kita konfirmasi terus kepada yang bersangkutan untuk menjelaskan dasarnya berkata “Wartawan Bodong” ke Juyamin itu apa, sampai dia bisa membuktikan bahwa Juyamin itu benar Wartawan Bodong, karena ini menyangkut harga diri sebagai Insan Pers, perlu diketahui sekali lagi bahwa Sdr. Juyamin didalam menjalankan tugas dilengkapi dengan KTA, Id Card dan Surat Tugas Liputan dari Redaksi bukan cetak sendiri di tukang setting komputer atau photo copy”, Imbuhnya.

Diakhir pembicaraannya, Asdar panggilan Akrab Asep Darsono, menyampaikan bahwa, mentaati Kode Etik Jurnalistik mutlak harus dilakukan oleh setiap Wartawan yang menulis berita, Dalam UU Pokok Pers No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers sudah cukup jelas bahwa Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan meyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik. Dengan demikian, seseorang yang dengan sengaja menghambat dan menghalangi tugas wartawan otomatis melanggar ketentuan Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers tersebut dapat diancam pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 500 juta rupiah.

Pasal 18 ayat (1)

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

Tugas utama wartawan adalah menyampaikan informasi yang akurat, objektif, dan relevan kepada pembaca, pendengar, atau pemirsa. Namun, pekerjaan wartawan tidak hanya sebatas menyampaikan berita. Mereka juga memiliki tanggung jawab etis yang harus mereka penuhi dalam menjalankan profesinya *** Bersambung.

(Hen) – Photo : Ilustrasi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *