Manuel Rumpaidus: “Kehadiran MRP Tidak Lagi Sebagai Representasi Masyarakat Asli Papua (OAP) ?!”

 103 total views

Jayapura|Globalinvestiasinews.com – Aktivis muda Papua, Manuel Rumapaidus kepada media ini dalam sesi wawancara pada Kamis, 9 November 2023 mengatakan bahwa, dirinya melihat proses Pelantikan MRP kali ini begitu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Read More

Dimana MRP awal dibentuk diisi oleh orang-orang yang benar-benar memiliki rekam jejak pada perjuangan pembebasan Irian Barat yang kala itu masih diprakarsai oleh Presidium Dewan Papua (PDP). Menurutnya, mereka itulah yang memperjuangkan kemerdekaan Papua dan mendorong untuk menyelesaikan persoalan Papua secara damai.
Dan atas dasar perjuangan mereka itu, pemerintah Indonesia memberikan otonomi khusus (otsus) yang merupakan kesepakatan bersama dalam Kongres Rakyat Papua tahun 2000 dan dipandang kebijakan itu menjadi solusi politik bagi persoalan di Papua.

Bertolak dari semangat yang digaungkan para pejuang, maka sudah semestinya bagi anggota MRP yang baru dilantik, dihati mereka harus tertanam tekad dan tujuan untuk mengedepankan kepentingan masyarakat Papua diatas segalanya.

“ebagai generasi muda yg adalah pilar bangsa, harapan kami dengan kehadiran MRP yang baru ini, khusus nya di provinsi induk paskah pemekaran. Anggota MRP yang baru harus mampu memproteksi hak-hak dasar orang Papua dan mampu menerjemahkan maksud dan tujuan MRP itu sendiri bagi rakyat Papua. Karena menurut kami MRP sendiri merupakan produk hukum yang di hasilkan karena Otsus dan Otsus itu lahir karena darah dan perjuangan rakyat Papua. Untuk itu harapan kami, MRP yang baru dilantik harus benar-benar bekerja sebagai orang asli Papua yang memiliki hati dan jiwa untuk membela rakyat Papua, bukan menjadi boneka Jakarta, karena MRP adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang sejarah rakyat Papua,” cetus Manuel.
Ia juga menyesalkan acara pelantikan anggota MRP oleh Wamendagri, dimana didalamnya tidak ada keterwakilan Agama Islam pada Pokja agama. Padahal tugas MRP sendiri sudah diatur sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus (UU Otsus) No. 21 Tahun 2001. Majelis Rakyat Papua sebagai representasi kultural orang asli Papua.

Padahal pada Pasal 5 Ayat (3) Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) Papua No. 5 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pemilihan Anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua, disebutkan bahwa wilayah pemilihan anggota MRP untuk wakil agama dilaksanakan di tingkat Provinsi, namun yang terjadi tidaklah demikian, perwakilan agama tidak lengkap tetapi acara pelantikan sudah dilaksanakan.

” Sebagai generasi muda yang adalah Pionir bangsa, jelas kami sangat kecewa dengan kegiatan pelantikan anggota MRP yang baru saja selesai. Saya menilai mereka, MRP bukan lagi repsentasi rakyat Papua khususnya Pokja agama. Padahal tugas MRP yang merupakan representasi dari rakyat Papua semestinya lembaga ini menjadi lembaga yang dapat di terima oleh semua pihak baik Agama, Adat, dan juga Perempuan. Sebagaimana semangat Otsus untuk mensejahterakan masyarakat Papua melalui lembaga kultur Orang Asli Papua,” pungkasnya mewakili pemuda Papua. (Nando)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *