Bupati Bedas Sebut Penanganan Bencana Gunakan Anggaran BTT atau Anggaran Mendesak

 58 total views

Bupati Bandung Bakal Terapkan 2 Strategi Tangani Luapan Air Selokan Masuk ke Dalam Ruangan RSUD Bedas Kertasari

Read More

KAB.BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau lokasi kejadian bencana longsor sebuah tebing setinggi sekitar 5-6 meter dan lebar sekitar 3 meter yang menimpa satu unit rumah permanen di Jalan Raya Pacet-Kertasari, Kampung Pamoyanan RT 01/RW 05 Desa Cikitu Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung, Minggu (3/12/2023).
Tebing yang longsor itu menyebabkan satu buah rumah permanen milik warga setempat mengalami kerusakan karena dinding tembok rumahnya jebol. Sehingga menyebabkan air dan lumpur masuk ke dalam rumah warga tersebut. Bencana longsor itu terjadi saat turun hujan deras di Desa Cikitu Kecamatan Pacet, kemarin.
Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama sempat memberikan bantuan paket sembako kepada warga yang terdampak longsor.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asep Kusumah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Zeis Zultaqawa dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Wahyudin juga turut mendampingi kunjungan kerja Bupati Bandung ke lokasi longsor tersebut.
Sesuai meninjau lokasi tebing yang longsor, Bupati Bandung beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bandung meninjau RSUD Bedas Kertasari di Jalan Kertasari Desa Sukapura Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung yang sebelumnya diterjang air banjir setelah air Cileuncang yang mengalir di selokan masuk ke dalam bangunan rumah sakit tersebut. Kejadian itu setelah turun hujan deras di wilayah Kecamatan Kertasari.
Bupati Dadang Supriatna menegaskan, setelah melakukan peninjauan ke lokasi tebing yang longsor dan menimpa rumah warga itu, salah satu solusinya adalah membangun TPT (Tembok Penahan Tebing) di lokasi tebing yang longsor. Dengan harapan tidak lagi terjadi lagi longsor susulan pada bagian tebing tersebut.
“Dengan adanya pembangunan TPT itu air tidak lagi mengalir ke rumah warga, melainkan akan dilakukan penataan supaya air tetap mengalir di selokan,” kata Dadang Supriatna.
Bupati Bedas ini mengungkapkan bahwa kejadian longsor itu tidak hanya di Kampung Pamoyanan saja. Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini menugaskan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung untuk memantau sekaligus assessment, berikut anggarannya untuk penanganan bencana di Kabupaten Bandung.
“Kita akan bahas besok (Senin, 4 Desember 2023), maka kita akan gunakan anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga) atau anggaran mendesak. Mudah-mudahan besok bisa dilakukan pembahasan dan finalisasi, sehingga prosesnya lebih cepat lebih bagus karena saat ini sudah memasuki musim hujan,” kata Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.
Kang DS pun menghimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Bandung untuk siap siaga dalam menghadapi musim hujan ini. “Jangan sampai kejadian serupa kembali terulang,” katanya.
Kang DS juga berharap kepada para kepala desa untuk melihat dan memantau situasi dan lokasi masing-masing. “Sehingga seandainya terindikasi bahwa ada lahan yang akan terjadi longsor dan sebagainya, lebih baik antisipasi sejak awal,” tuturnya.
Bupati Bandung juga turut meninjau RSUD Bedas Kertasari yang sempat dilanda banjir lumpur beberapa hari lalu. Ia mengatakan, setelah kroscek ke lapangan ada dua strategi yang akan dilakukan untuk mencegah air yang mengalir di selokan masuk ke bangunan rumah sakit itu.
“Pertama, kita harus buat gorong-gorong di bagian atas bangunan rumah sakit itu. Kedua adanya pelebaran drainase yang merupakan sebagian dari eksisting yang sudah ada. Mengingat debit air saat musim hujan sangat tinggi, sehingga kalau sekarang eksisting itu lebarnya sekitar 30-40 centimeter tidak bisa memuat aliran air saat turun hujan deras. Sehingga terjadi pelimpahan air ke dalam ruangan rumah sakit,” tutur Bupati Bandung.
“Solusinya adalah mulai Minggu depan kita akan perbaiki. Minimal lebar 2 meter atau disesuaikan dengan kondisi debit air,” imbuhnya.
Kang DS mengatakan, selain melakukan penataan drainase, juga akan dilaksanakan pemagaran bangunan rumah sakit tersebut.
“Kita harus ada keamanan dan proteksi untuk rumah sakit. Diharapkan kedepan RSUD Bedas Kertasari ini bisa dimanfaatkan oleh warga masyarakat sekitar. Insya Allah ada peningkatan status, dan saat ini sedang proses BLUD (Badan Layanan Umum Daerah)-nya. Proses dalam konteks pengelolaan, supaya Direktur Rumah Sakit lebih leluasa dalam melaksanakannya,” tuturnya.**

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *