“Sudah Mendapat Peringatan Kelurahan, Bhabinkamtibmas serta Babinsa, Pengusaha Parut Kelapa Bandel Menggunakan Trotoar & Badan Jalan untuk Usahanya dan Diduga Pernah Mengaku Miliki Senjata Api ?!”

 59 total views

Sudah Mendapat Peringatan Dari Kelurahan,Bhabinkamtibmas Serta Bhabinsa Pengusaha Parut Kelapa Membandal Tetap Saja Menggunakan Trotoar Dan Badan Jalan Untuk Usahanya Dan Diduga Pernah Mengaku Miliki Senjata Api (SENPI)

Read More

Tebing Tinggi,”Seorang pengusaha berinisial Whb di Lingkungan 4,Kelurahan Bandar Sakti,kecamatan Bajenis,Kota Tebingtinggi,Sumatera Utara tetap saja melakukan aktivitas parut kelapa dengan suara berisik yang membuat resah warga”(01/01/2024).

Padahal pelaku berinisial Whb itu sudah mendapatkan peringatan dari pihak pemerintah melalui pihak Kelurahan dan Bhabinkamtimas dan Bhabinsa bahkan sudah diberitakan beberapa media untuk tidak lagi melaksanakan aktifitasnya diatas trotoar dan badan Jalan.

Nama Whb biasa dipanggil warga sekitar saat di tanyai warga beberapa waktu yang silam ia mengaku adalah mantan seorang preman ( bandit) sebelum membuka usaha parut kelapa yang di duga tidak memiliki izin tersebut dan pernah mengaku kepada warga sekitar jika di dalam rumahnya ia menyimpan sebuah Senjata Api ( Senpi) untuk keperluan jika sewaktu-waktu ia butuhkan tidak di ketahui apa maksud ucapan Whb S tersebut hal itu membuat warga di sekitar menjadi takut dan resah.

Bukankah hal itu jika berdasarkan ketentuan dan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku di Negara Kesatuan RI bahwasanya seseorang warga biasa jika memiliki Senjata Api alias ( SeNpi) apa lagi tanpa memiliki izin maka warga tersebut dapat di jerat hukum dengan ketentuan Undang-Undang nomor 12 Tahun 1951 Tentang Kepemilikan Senjata Api ilegal dengan ancaman penjara 20 tahun kurungan dan atau hukuman mati.

Informasi ini adalah atas dugaan kepemilikan senpi oknum Whb tersebut dapat di jadikan sebuah informasi bagi pihak-pihak terkait untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap informasi Itu khususnya bagi aparat penagak hukum TNI dan Kepolisian RI.

Karna sering kali mengganggu ketentraman dan ketertiban umum padahal perbuatan itu telah di atur pada KUHP Pasal 172-503 dan Pasal 265 dengan ancaman kurungan badan dan denda sebesar 10 Juta Rupiah dan Pelanggran Undang-Undang 22 tahun 2009 tetang Badan Jalan dan Lalulintas pasalnya hampir setiap harinya mesin pemarut kelapa yang ia gunakan untuk mengukur (memarut) kelapa terus saja berbunyi bising sehingga sangat menggagu ketentraman dan kenyamanan warga yang ada di sekitarnya untuk beristirahat malam apalagi di tambah mesin yang terus-menerus berbunyi keras hingga hampir 24 jam setiap harinya.

Belum lagi ketika sejumlah armada pengangkut kelapa yang ia pesan datang dan menjatuh-jatuhkan ratusan buah kelapa yang di angkut ke teras rumah miliknya seakan menjadikan lokasi itu gudang penimbunan buah kelapa menambah susaana semakin berisik dan mengudang suara bising dan ribut sehingga sangat mengganggu dan merugikan ketenangan warga lainya saat beristirahat.

Bahkan karna kebiasaannya itu ketika adzan subuh di kumandangkanpun pemilik usaha kelapa parut berinisial Whb itu terkesan tidak memperdulikan dengan warga sekitar yang akan melaksanakan ibadah sholat berjamaan di mesjid suara mesin parut kelapa itu terus saja berbunyi diduga disinyalir hanya mementingkan keutungan pribadinya saja tanpa memikirkan kenyamanan warga dan masyarakat lainya yang sedang melaksanakan Ibadah.

Karna sanggat meresahkan warga sekitar WHB sudah berulang kali mendapatkan teguran oleh warga sejiranya namun pengusaha parut kelapa berinisial Whb itu malah terkesan tidak mau perduli sama sekali atas saran-saran dan komflin warga tersebut bahkan terus saja melakukan aktifitas pemarutan kelapa itu diduga tidak memiliki Izin Usaha.

Padahal Pemerintah Daerah sudah menyediakan pasar tempat untuk para pedagang beraktifitas dan berusaha yaitu pasar sakti yang tidak jauh dari lokasi yang ia tempati saat ini.

Atas peristiwa ini awak media konfirmasikan Kepada Camat Bajenis Kota Tebingtinggi melalu pesan WhatsApp Camat Dira Astama Trisna.S.SIP. Msi,”Selasa 26/12/2023

Akan di cek dan buk camat menambahkan TKS atas infonya bg,”Ujar Buk Camat.

Dira Astama Camat Bajenis Kota Tebingtinggi menyampaikan informasi lanjutan kepada wartawan bahwa Lurah Kepling dan Babinkamtimas sudah turun ke lokasi dan memberi peringatan kepada pedagang.

Sebelumnya warga sekitar sudah mendemo dan melakukan aksi unras di sekitar usaha parut kelapa yang di sinyalir tak berizin dan sangat-sangat mengganggu ketentraman dan ketenangan warga selama ini di sekitar itu.

Warga berharap atas peristiwa ini meminta kepada Bapak Walikota,Kapolres Tebingtinggi,Kasadpol PP dan Dinas Perdagangan,Camat serta Lurah setempat agar segera dapat menindak lanjuti peristiwa dan laporan warga ini sekalipun melalui pemberitaan yang warga dapat sampaikan.(Dandi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *