Apresiasi Kapolda Papua Barat Terkait Rencana Penertiban Tambang Emas Ilegal, Ketua LSM WGAB Minta Kapolda Tertibkan Juga Dugaan Ilegal Logging di Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan

 96 total views

PapuaBarat, globalinvestigasinews.com – Maraknya aktifitas penebangan kayu masyarakat jenis Merbau oleh perusahaan- perusahaan besar berskala industri diduga sampai saat ini belum juga tersentuh hukum alias “KEBAL HUKUM ??”.

Read More

Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya truk truk yang membawa kayu masyarakat jenis Merbau masuk ke perusahaan perusahaan besar berskala industri yang berada di Klalin, di jalan Intimpura dan juga di Salawati Kabupaten Sorong.

Demi menghindari pengawasan aparat penegak hukum, supir truk tersebut memuat dan mengantar kayu pada malam hari agar tidak terlihat. Hal ini ikut dibenarkan oleh warga setempat yang menyaksikan sendiri bagaimana cara sopir sopir truk itu bekerja melintas didepan mata mereka dengan muatan kayu Merbau yang begitu banyak.

Naftali yang tak mau marganya dsebutkan, bernada penyesalan mempertanyakan kinerja aparat kepolisian Polres Sorong selama ini, sebab aktivitas bongkar muat kayu berjenis Merbau masih terjadi ditempatnya, membuat ia berspekulasi kalau ada oknum APH tertentu yang memback-up sehingga belum ada satu pebisnis kayu ilegal logging yang tertangkap atau yang diproses hukum.

” Hampir setiap minggu saya melihat ada saja truk-truk dalam jumlah banyak melintas disini dengan muatan kayu penuh dan kayaknya ini mau diantar ke perusahan industri untuk dikelolah. Saya sangat menduga bahwa tidak mungkin tidak ada bekingan orang dalam kepolisian polres” ujarnya.

Menanggapi itu, LSM pemerhati lingkungan Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) yang diketuai Yerri Basri Mak, SH, pada Sabtu (13/1/23) lantas buka suara., kepada wartawan dirinya meragukan loyalitas setiap anggota kepolisian, baik Kepolisian Resot Sorong maupun Kepolisian Resor Sorong Selatan yang telah diberi mandat bertugas dilapangan guna mengawasi pergerakan oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.

” Sudah sekian lama praktek ilegal logging ini terjadi di dua kabupaten ini dan dibiarkan tanpa adanya pengawasan yang ketat dari aparat penegak hukum, sehingga tidak ada salahnya kita menduga. Bahwasanya adalah mustahil kalau mereka para sopir truk itu bisa lolos dari pantauan polisi karena cara muatnya dimalam hari. Kecuali ini terjadi hanya sekali, namun ini sudah berlangsung lama dan bertahun tahun sehingga kecurigaan itu melekat,” tuturnya.

Dikesempatan itu Yerri mengapresiasi sikap Kapolda Papua Barat yang baru yakni, Irjen Pol. Johnny Eddison Isir, yang berencana secepat mungkin akan menertibkan semua tambang emas ilegal di wilayah Papua Barat. Ia juga berharap agar langkah yang sama dapat diambil Kapolda untuk menghentikan segala bentuk aktivitas ilegal logging yang sedang berlangsung di wilayah hukumnya, yaitu kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Sorong.

” Saya mengagumi sikap beliau, Kapolda Papua Barat yang baru dia yang terbaik. Ini harus jadi parameter bagi sesama pemimpin kepolisian khususnya di beberapa provinsi di tanah Papua. Harapan saya kalau bisa secepat mungkin Bapak Kapolda segera perintahkan jajarannya untuk membekuk, menangkap dan memproses semua oknum mafia kayu yang marak di dua kabupaten ini, yang diduga kuat pelakunya berinisial M, S, S J dan T,”

Bahkan demi mendukung pemberitaan ini, dia Yerri juga siap jika Kapolda berkenan dirinya sendiri akan mengantar orang nomor satu di Polda Papua Barat itu untuk mendatangi lokasi dimana pembalakan liar itu, yang hutannya semakin hari semakin gundul ulah oknum pengusaha kayu di kabupaten Sorong dan kabupaten Sorong selatan.

Mengakhiri itu, Ketua LSM ini menduga jika proses pembalakan liar yang terjadi di dua kabupaten yang berbeda ini pasti belum sempat diketahui Kapolres setempat karena mungkin saja belum diinformasikan oleh anggotanya sehingga langkah evaluasi kinerja harus segera dilakukan oleh seorang Kapolres, guna penegakan hukum yang maksimal bagi siapa saja yang membangkang. *** Bersambung

Team

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *