“Diduga Ada Kerjasama Dengan Oknum Pekerja SPBU di Pantai Cermin, Para Mafia Bebas Bergentayangan Keluar Masuk Kuras BBM Subsidi ?!”

 85 total views

Serdang Bedagai,”Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) adalah salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara, yang memiliki objek wisata yang cukup banyak dan beragam salah satunya objek wisata yang menjadi andalan kabupaten ini adalah destinasi wisata pantainya yang cukup banyak dan menarik untuk dikunjungi.

Read More

Namun karna ulah para Mafia minyak pertalite tercoreng sudah objek wisata kebanggaan masyarakat Serdang Bedagai,jalan lintas menuju tempat wisata Serdang Bedagai terdapat SPBU yang menjadi sarang Mafia yang membuat warga resah,”(18/01/2024)

Untuk mendapatkan BBM Subsidi para Mafia menjalakan bisnis haramnya secara ilegal padahal pembatasan penjualan tersebut sudah dilakukan agar Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi tersalurkan kepada orang yang tepat.

SPBU yang berlokasi di Dusun XII Desa Celawan Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) saat ini menjadi sorotan warga Pantai Cermin karena diduga melakukan pembiaran pembelian dalam jumlah tidak wajar kepada Mafia BBM bersubsidi jenis Pertalite.

Pantauan awak media, Selasa (16/01/24) Sekira pukul 16:00 Wib, Para joki Sepeda Motor dan Betor Mafia menjalankan aksinya dengan memakai Sepeda Motor Suzuki Thunder dan Becak Bermotor (Betor) untuk mengelabui petugas mereka terlihat berbaur dan ikut antri dengan tujuan agar terlihat sama seperti pengendara Sepeda Motor lainnya.

Beberapa Sepeda Motor Suzuki Thunder dan Betor dengan tangki yang sudah dimodifikasi terlihat keluar masuk membeli pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tanpa ada rasa takut melakukan bisnis haram dan sampai sekarang belum tersentuh oleh hukum.

Pemilik Sepeda Motor dengan tangki modifikasi untuk membeli BBM jenis pertalite modus Sepeda Motor dengan tangki modifikasi sehingga muatannya lebih banyak dari ukuran standar pabrikan bisa mencapai 20 liter bahkan terlihat Sepeda Motor itu bolak balik secara bebas masuk di SPBU tanpa ada larangan oleh petugas SPBU.

Padahal SPBU berfungsi sebagai tempat membeli BBM secara eceran atau liter bagi kendaraan bermotor baik Roda Dua maupun Roda Empat.

Untuk itu awak media menduga jika Praktik pembelian minyak dengan tangki modifikasi ini diduga telah dilakukan para Mafia sejak lama dan dugaan kuat para Mafia sudah bekerja sama dengan pihak SPBU meski SPBU Pantai Cermin berdekatan dengan Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Pantai Cermin Polres Serdang Bedagai namun para pengendara motor tangki rakitan sepertinya aman-aman saja saat bolak balik melakukan pengisian.

Menanggapi hal itu wartawan mencoba konfirmasikan kepada Kapolsek Pantai Cermin AKP Mariduk Tambunan melalui pesan WhatsApp menyampaikan sebelumnya sudah pernah dilakukan penindakan dan di tangani oleh Sat-Reskrim Polres Sergai.

“Siap bang,terima kasih informasinya segera di lakukan pengecekan kembali sebelumnya sudah pernah dilakukan penindakan bang dan di tangani oleh Sat-Reskrim Polres Sergai bang,”Ungkap Kapolsek Pantai Cermin

BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi) Republik Indonesia sebenarnya telah mengeluarkan aturan kepada SPBU untuk tidak melayani pembelian minyak subsidi bagi kendaraan yang telah memodifikasi tangki melewati kewajaran baik itu kendaraan roda empat atau roda dua dan untuk diketahui bahwa PT.Pertamina (Persero) telah melarang konsumen membeli bahan bakar minyak di SPBU dengan maksud dijual kembali larangan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas (Migas).

Dalam Undang-Undang tersebut disebutkan siapa saja yang memperjualbelikan kembali BBM melanggar aturan Niaga BBM, Pasal 53 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang migas dengan ancaman Hukuman maksimal 6 Tahun Penjara dan Denda maksimal Rp 30 Miliar.

Namun bagi Mafia pertalite di SPBU Pantai Cermin ancaman itu tidaklah berarti,Tindak pidana dalam kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi dianggap ibarat bunga-bunga tidur sehingga menjadi kebal hukum.

Akibat bisnis haram tersebut diperkirakan Negara menderita kerugian hingga Triliun Rupiah pertahunnya.

Dalam hal ini wartawan meminta dalam memperketat pengawasan penyaluran BBM Subsidi Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Serdang Bedagai dan Polda Sumatera Utara agar segera menangkap pelaku Mafia minyak pertalite di SPBU Pantai Cermin karna semakin dilakukan pembiaran oleh (APH) dapat merungikan Negara lebih besar lagi.

Hal serupa ketika dikonfirmasi kepada Manager SPBU Nomor melalui salah satu pekerja mengatakan Bosnya tidak ada di kantor sudah pulang kami hanya pekerja gk tau soal itu.

“Bos udah pulang bang,kami gak taulah karena kami pekerjanya disini bang,”Ucap salah satu pekerja. *** Bersambung

Team

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *