“Kasus Penggelapan Mobil, Terdakwa Hanya Divonis 3 Tahun Saja ?!”

 198 total views

GIN JATIM JEMBER
Kasus Penggelapan dan Penipuan yang sudah Berjalan 3 Tahun, akhirnya Diputus 3 Tahun di Pengadilan Negeri Jember menjadi perhatian publik. Karena selama persidangan berlangsung pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak pernah menghadirkan Saksi kunci alias penadah, sehingga membuat korban sangat kecewa.

Read More

Sidang hari ini, perkara diputuskan masih tetap tidak menghadirkan saksi kunci Nanok / Wisnu sebagai terdakwa, Jaksa tak mengindahkan permintaan majelis hakim dengan tidak menghadirkan saksi kunci hingga Hakim putuskan 3 tahun dengan pasal 372, Rabu 28/02/2024. Di Pengadilan Negeri Jember, ungkap Andi Moelya Tjandra sebagai korban.

Sebelumnya, Korban kasus penggelapan dan penipuan mobil, Andi Moelya Candra merasa heran atas tuntutan jaksa di Kejaksaan Negeri Jember dengan nomor Perkara pidana Nomor 17/Pid.B/2024/PN.Jmr. Menurut korban alias pelapor, yang mana dalam Laporannya ada 2 Pasal 378 KUHP Sub Pasal 372 KUHP.

Namun pada akhirnya hakim memutuskan hukuman terhadap terdakwa Nanok / Wisnu 3 tahun penjara. Begitupun untuk terdakwa utama Natalia Medika Sutedja juga diputus hakim hukuman selama 3 tahun penjara.

Kapolsek Bogorejo Tanam Bibit PohonLulus 3,5 Tahun, Ini Cerita Wisudawan Terbaik di IAIN MaduraSelama Bulan Ramadhan, Tempat Hiburan Dilarang Buka
Sedangkan dari Pengakuan Korban menduga ada indikasi permainan perkara terhadap oknum jaksa jember.

“Setelah kasus saya naik ke PN Jember, saya baru tahu kalau UUD KUHP ternyata bisa diatur dan patuh oleh saksi sekalian terdakwa, yang mana saksi dipanggil oleh jaksa sebagai saksi kunci tapi tidak pernah hadir” ujar Andi kepada jurnalis media ini.

Sebelum putusan perkara,Redaksi Panjinasional telah mengirimkan Surat Konfirmasi, namun hingga berita ini tayang tidak àda jawaban atau Klarifikasi dari Jaksa terkait perkara tersebut.

Kronologi Perkara :

Terdakwa Natalia Medika Sutedja pada hari Senin tanggal 5 Desember 2022 sekitar pukul 16.00 wib, bertempat di rumah korban Andi Moelya Tjandra di Perum Pondok Bambu U/1, Lingk Krajan, RT/RW 002/006, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, atau pada suatu tempat yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Jember.

Berawal dari perbincangan antara terdakwa dengan saksi Andi Moelya Tjandra yang merupakan teman dekat, dimana terdakwa ingin mencari penghasilan sebagai sopir taxi online yaitu Grab / Gocar di Bali.

Untuk mewujudkan niatnya tersebut terdakwa menyampaikan kepada korban Andi Moelya Tjandra untuk diijinkan menyewa 1 (satu) unit mobil milik Andi Moelya Tjandra selama 1 (satu) tahun.

Menindaklanjuti keinginan terdakwa tersebut, maka pada hari Senin tanggal 5 Desember 2022 Andi Moelya Tjandra membeli 1 (satu) unit mobil merk Toyota Avanza tahun 2017 warna silver metalik Nopol L-1883-ABY, Noka. MHKM5EB3JHK013296, Nosin.1NRF304299, di Surabaya.

Selanjutnya Andi Moelya Tjandra mengajak terdakwa dan saksi Wisnu Kusuma Wardana Alias Nanok untuk membawa mobil tersebut dari Surabaya menuju Jember dan Bali.

Dalam perjalanan menuju Jember, terdakwa berjanji untuk segera membuat Surat Perjanjian Kerjasama Penyewaan Kendaraan mobil merk Toyota Avanza milik Andi Moelya Tjandra dengan kesepakatan jangka waktu sewa adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 5 Desember 2022 s/d tanggal 5 Desember 2023, dan kewajiban terdakwa membayar biaya sewa setiap bulannya adalah Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah).

Selanjutnya sekitar pukul 16.00 wib, terdakwa bersama-sama dengan Andi Moelya Tjandra dan saksi Wisnu Kusuma Wardana Alias Nanok tiba di rumah saksi Andi Moelya Tjandra di Perum Pondok Bambu U/1, Lingk Krajan, RT/RW 002/006, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Selanjutnya terdakwa bersama dengan saksi Wisnu Kusuma Wardana Alias Nanok langsung melanjutkan perjalanannya ke Bali dengan membawa 1 (satu) unit mobil merk Toyota Avanza tahun 2017 warna silver metalik Nopol L-1883-ABY, Noka. MHKM5EB3JHK013296, Nosin. 1NRF304299 tersebut beserta STNK-nya.

Bahwa terhitung sejak membawa mobil milik Andi Moelya Tjandra pada bulan Desember 2022 terdakwa tidak pernah sekalipun melakukan pembayaran sewa mobil maupun mengembalikan mobil tersebut kepada pemiliknya Andi Moelya Tjandra.

Mobil Digadaikan

Ternyata terdakwa telah menggadaikan 1 (satu) unit mobil merk Toyota Avanza tahun 2017 warna silver metalik Nopol L-1883-ABY, Noka.MHKM5EB3JHK013296, Nosin.1NRF304299 milik Andi Moelya Tjandra kepada seseorang dengan harga Rp.30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah).

Akibat perbuatan terdakwa tersebut, Andi Moelya Tjandra menderita kerugian materiil sebesar Rp.150.000.000,-(seratus lima puluh juta rupiah).

Proses Persidangan Aneh

Keanehan terjadi pada saat Saksi kunci dipanggil pada saat sidang ke 2 pada 31 januari 2024 dengan materi pemeriksaan saksi dan saksi kunci tidak datang dengan alasan “TIDAK ADA DANA”

Setelah sidang ke 2, korban Andi berkirim surat ke majelis hakim meminta agar menghadirkan saksi kunci, namun tidak ada jawaban apapun hungga berlangsung sidang ke 3, pada 7 februari 2024, majelis hakim memerintahkan jaksa penuntut untuk menghadirkan saksi kunci sekaligus penerima gadai mobil pada sidang berikutnya.

Terdakwa tidak hadir namun Jadwal Sidang pemeriksaan saksi kunci berganti tuntutan

Saat sidang ke 4, tanggal 21 februari 2024, ternyata materi sidang bukan terkait pemeriksaan saksi kunci tapi berganti materi pembacaan tuntutan terhadap saksi kunci menjadi terdakwa.

Herannya lagi menurut korban Andi, jaksa penuntut umum (JPU) cuma menuntut terdakwa dengan tuntutan tunggal, pasal penggelapan bukannya 2 pasal (penggelapan & penipuan) yang dilakukan terdakwa.

Kembali Pihak Andi Moelya Candra selaku korban merasa kecewa atas pengajuan Tuntutan JPU yang meminta Majelis Hakim memutuskan mengadili perkara pidana Nomor 17/Pid.B/2024/PN.Jmr atas nama terdakwaWisnu Kusuma Wardana Alias Nanok dan tersangka utama Natalia Medika Sutedja dengan Pasal 372. Dengan hukuman 3 tahun penjara.pungkasnya

Pewarta maski

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *