“Warga Kalimo’ok Heboh Karena Kadesnya Bertengkar Dengan Desa Sebelah ?!”

 118 total views

GiNews.Com Sumenep;
Diketahui pada hari Selasa, tanggal 13 Mei 2024, telah terjadi pertengkaran antara Kades Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep dengan warga Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, berinisial ” S “. TKP ( Tempat Kejadian Perkara ) desa Kalimo’ok sekitar rumah Maryono.

Read More

Berawal dari informasi dari warga Kalimo’ok, adanya kejadian peristiwa yang sangat memalukan tersebut, media FN bersama Ketua Ormas LAKI tertarik untuk mendalaminya, dengan melakukan penelusuran kebeberapa pihak untuk mengumpulkan informasi dan keterangan, Kamis, ( 16 / 05 / 24 ).

Dari hasil informasi dan keterangan dari beberapa Nara Sumber yakni dapat diketahui penyebab terjadinya pertengkaran adalah akibat jalan desa menuju gudang penyimpanan Garam miliknya ” S ” dikasih Portal dan digembok, sehingga saat Truk pengangkut Garam milik ” S ” mau melintasi jalan tersebut tidak bisa lewat dan atau harus bayar dulu sebesar Rp. 50.000,- baru kunci Portal akan dibuka oleh petugas penjaga yang berinisial ” J “.

Menurut keterangan Ketua RT.08 yang biasa dipanggil Coming, bahwa dulu saat Kepala Desanya di Jabat oleh Pj. Portal jalan memang diberlakukan dan ditarik Rp. 50.000,- bagi Truk yang akan melintas jalan tersebut, akan tetapi ada kesepakatan tertulis dan ditandangani oleh semua pihak, termasuk pemilik Gudang dan diantaranya warga desa Kertasada yang berinisial ” S “, sambil menunjukkan surat kesepakatan tersebut kepada media saat itu. Dan peruntukannya jelas yakni Rp. 20.000,- untuk Kas Masjid, Rp. 20.000,- untuk dana perbaikan jalan, dan Rp. 10.000,- untuk Kas RT.

Coming melanjutkan, ” setelah Kepala Desa dijabat Maryono berjalan sekira 2 tahun, kegiatan Portal yang dikelola RT diberhentikan, karena ada warga berinisial ” S ” yang mengatakan bahwa kegiatan itu adalah Pungli. Tapi kenyataannya kegiatan buka tutup Portal ini malah diberlakukan lagi, entah mulai kapan saya selaku Ketua RT tidak tahu, baru tahu waktu ada kejadian kemarin “, jelasnya.

Saat Maryono dikonfirmasi kerumahnya oleh media FN didampingi Ketua LAKI Misnadin, Dirinya mengiyakan bahwa terjadi peristiwa perkelahian antara Dirinya dengan inisial ” S ” warga desa Kertasada, bahkan Ia mengatakan bahwa Anaknya sempat kena pukulan ” S ” sehingga sempat diopname di RSI Garam Kalianget.

” Benar, tapi sudah tidak ada masalah karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan anak saya sudah keluar dari Rumah Sakit, semua biaya Rumah Sakit ditanggung oleh ” S “, ” jelas Maryono tanpa menjelaskan dengan detail pemicu permasalahannya.

Konfirmasi dilanjutkan dengan menghubungi Kepala Desa Kertasada melalui Aplikasi WhatsAppnya. Sabuang sebagai Kepala Desa membenarkan bahwa memang telah terjadi pertengkaran antara warganya dengan Maryono. ” Tapi sudah saya fasilitasi untuk melakukan mediasi. Alhamdulillah sudah selesai dan tidak ada masalah, kedua pihak akan mencabut laporannya masing – masing “, jelas Sabuang.

Sekedar untuk diketahui bahwa Kepala Desa Kalimo’ok dikenal Temperamin dan dinilai kurang bisa membangun komunikasi yang baik, terbukti sehari sebelum kejadian perkelahian, tepatnya hari Senin ( 12 / 05 / 24 ) saat dikonfirmasi oleh media tentang anggaran DD tahun anggaran 2024 Tahap I, untuk realisasi RTLH sebesar Rp. 10.000.000,- dan Ketahanan Pangan sebesar sekira Rp. 30.000.000,- yang sampai saat ini belum jelas realisasinya, Dirinya saat itu sempat naik pitam kepada media.

Namun media akan bersama Team akan terus melakukan penelusuran tentang penggunaan DD yang turun ke desa tiap tahun Satu Millyar lebih tersebut, dan kalau terbukti ada penyalahgunaan anggaran maka tidak akan segan – segan melakukan pelaporan resmi kepihak yang berwenang.
(Kabiro–Sumenep)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *