“Material Bangunan Pasar Betung Dicuri, Puput Warsono Nilai Disperindag Tak Serius Jaga Asset ?!”

 307 total views

Viral material dan peralatan bangunan pasar tradisional di Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), di curi sehingga merugikan Pemkab PALI kurang lebihnya sebesar Rp. 3.000.000.000,- (tiga milyar), dan beberapa pelaku sudah ada yang tertangkap oleh polisi.

Read More

ADV.Puput Warsono,S.H, C.Med, salah satu Aktifis lingkungan dan tokoh pemuda Kabupaten PALI, menilai Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) diduga tak serius dalam menjaga aset-asetnya kerena besi bangunan pasar tradisional di Desa Betung tersebut hampir habis di curi dan gedungnya hampir runtuh.

“Menurut saya, Disperindag ini memang mereka dalam menjaga aset daerah itu tidak sepenuh hati, pasalnya semak belukar yang menutupi pasar tersebut dibiarkan saja walaupun sudah diberitakan oleh berbagai media dan di viralkan di media sosial tidak dipedulikan oleh Pemkab maupun Dinas terkait,” kata.Puput Warsono, saat dihubungi pada Jumat (31/5/2024).

Puput Warsono juga mengatakan bahwa semestinya Disperindag Kabupaten PALI untuk melakukan pengamanan pemantau dan mengambil langkah-langkah lainnya untuk menjaga aset, supaya aman terhindar dari pencurian yang dapat merugikan negara.

“Seharusnya sebelum adanya kejadian pencurian bangunan pasar tradisional di Desa Betung Pemerintah Kabupaten PALI bertindak seperti melakukan pembersihan, memberikan sebuah lampu depan gedung pasar tersebut, melakukan pengecekan setiap minggunya atau minimal satu bulan sekali walaupun itu tidak ada pedagang dan pembeli di sana supaya aset dapat terjaga.”Ungkapnya

Puput Warsono menambahkan bahwa aset yang memiliki jumlah dan nilai yang sangat besar dan diperoleh sebagian besar berasal dari pembelian atau pengadaan dengan anggaran berasal dari rakyat, seharusnya menjadi tanggung jawab pengguna barang untuk dapat memanfaatkan, menjaga dan merawatnya sebagai wujud pengamanan dan pemeliharaan

“Pemerintah kabupaten PALI seharusnya bekerja keras untuk bisa menarik perhatian pedagang untuk berjualan di sana, karena percuma saja membangun sebuah gedung pasar yang mewah dengan mengunakan anggaran yang besar berasal dari rakyat kalau tidak dimanfaatkan sama sekali, sama saja hal tersebut menghabiskan anggaran saja.”terangnya Puput Warsono

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten PALI Brisvo Diansyah, S.T., M.M., saat di konfirmasi oleh wartawan media ini melalui pesan whatsapp hanya menjawab tantangan kerugian saja dan untuk masalah semak belukar yang menutupi pasar tersebut tidak ada jawaban.

“Untuk kerugian kemarin sdh di hitung oleh tim dr Dinas PU Ndo. Informasi yg kami dapat lebih kurang di 2 ,7 M ( termasuk kerugian karna kerusakan) Ndo.”Balasnya Plt. Disperindag.(dewa)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *