“Diduga Cacat Hukum dan Berpotensi Merugikan Negara, MAKI Jatim Siap Laporkan KPUD Propinsi Jatim ke APH ?!”

 84 total views

GIN JATIM JEMBER
05/06/2024
Pelaporan kepada APH akan dilakukan MAKI Jatim pasca diterimanya surat permohonan uji forensik record dalam e catalogue kode lelang : 51763280,paket pengadaan Launching PIlgub Jatim dengan pagu anggaran 1,5 Milyard oleh KPU Jatim,dan Heru MAKI pastikan langkah tersebut

Read More

Teridentifikasi ada pelanggaran dalam prosedur pengadaan oleh Pejabat Pengadaan KPU Jatim dalam proses E Catalogue anggaran 1,5 M dengan nama paket launching Pilgub Jatim,kemarin malam ( 04/06 ) yang sudah dilaksanakan di halaman Grand City Surabaya.

Sesuai dengan janji Ketua MAKI Koorwil Propinsi Jawa Timur,tadi pagi ( 05/06 ) pukul 10:00 WIB,Heru MAKI didampingi dengan beberapa pengurus MAKI Jatim mendatangi Kantor KPU Provinsi Jawa Timur.

Pukul 09:30 WIB,terlihat rombongan mobil yang ditumpangi Heru MAKI sudah datang ke kantor KPU Jawa Timur dan terlihat ngopi di warung kopi depan,sebelah kantor KPU Jatim.

” kita masih nunggu kedatangan beberapa pengurus MAKI Jatim yang lain dan rekan rekan media Pokja Joko Dolog,” ungkap Heru MAKI.

Persis pukul 10:15 WIB,rombongan MAKI Jatim mulai memasuki kantor KPU Jatim didampingi rekan rekan media lainnya.

Dalam kesempatan klarifikasi,MAKI Jatim diterima oleh Ibu Nanik Karsini,Sekretaris KPU Jatim dan jajaran Kabag KPU Jawa Timur dan dipersilahkan memasuki ruang pertemuan yang telah disiapkan.

Tanpa basa basi terlalu lama,Heru MAKI langsung menyampaikan maksud dan tujuan MAKI Jatim,Diantaranya adalah mengklarifikasi beberapa temuan dari kinerja Tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim.

Beberapa hal yang dipertanyakan,diantaranya adalah apakah yang menjadi goal atau tujuan sosialisasi dengan giat konser tadi malam dan apa yang menjadi dasar sehingga sekelas UMKM tetap dimintai untuk bayar standnya.

Perlu diketahui bahwa dalam SIRUP LKPP KPU Jatim,dalam kode lelang : 51763280,terdapat paket pengadaan : Launching Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur dengan pagu anggaran sebesar Rp.1.500.000.000,- ( satu setengah milyard rupiah )

Anggaran 1,5 Milyard tersebut menggunakan system pengadaan E Catalogue dan ditunjuk Cita Entertainment dengan harga pemenang 1,4 Milyard lebih.

Pada kesempatan klarifikasi,rombongan MAKI Jatim juga ditemui langsung oleh Pak Agus,Pejabat Pengadaan KPU Jatim.

Sesuai penjelasan Pak Agus,bahwa ada kegiatan yang tidak terupdate dalam system e catalogue LKPP,terutama dalam hal mengundang rekan rekan penyelenggara 8 CV/PT dengan jasa EOnya untuk melakukan paparan.

Hal ini tentu sangatlah lucu mengingat bahwa di dalam SIRUP KPU Jatim,tidak ditemukan release resmi terkait spesifikasi apa yang dikehendaki oleh KPU Jatim itu sendiri,dan akhirnya muncul pertanyaan sederhana,apakah data atau item yang akan dipaparkan,mengingat calon penyedia tidak mengetahui spesifikasi yang diharapkan oleh KPU Jatim.

Dalam artian,timbul pertanyaan yang aneh,apakah yang menjadi bahan dan data serta urgensinya memanggil 8 penyedia jasa EO untuk melakukan paparan ditengah tidak adanya data spesifikasi teknis yang diharapkan dari Pejabat Pengadaan.

Proses selanjutnya,setelah paparan dan tim pejabat pengadaan melakukan evaluasi,akhirnya ditunjuklah Cita Entertainment yang akan menjadi pemenang lelang,dimana Cita Entertainment awalnya melakukan penawaran harga sebesar 1,8 Milyard sesuai informasi Pak Agus,Pejabat Pengadaan,ditengah pengumuman pagu anggaran hanya 1,5 Milyard.

Yang lebih lucu lagi,Cita Entertainment,dalam proses negosiasi,akhirnya sepakat dengan harga penawaran sebesar 1,4 Milyard lebih dan ditengarai ada lagi pertemuan lanjutan dengan Cita Entertainment untuk menyampaikan spesifikasi yang dikehendaki oleh KPU Jatim lewat Pejabat Pengadaannya.

Tahapan prosedur pengadaan via e catalogue yang dilakukan dan dijelaskan secara terang benderang serta sangat detail oleh Pak Agus,Pejabat pengadaan KPU Jatim,memantik keheranan Heru MAKI.

Pewarta maski

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *