Sebuah Dekade Penantian Berbuah Prestasi pada Penghargaan IKJ ke III

Loading

JAKARTA – global investigasi news. com| Setelah sepuluh tahun, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) kapan kembali menggelar Penghargaan IKJ ke III, ini akan menjadi sebuah acara dengan penuh semangat oleh komunitas seni peran Indonesia, hadir sebagai narasumber Ketua Kurator Rahman Yakob, S.Sn, M.Sn, M.Ikom. DR. Sudibyo JS, Yose Rizal Manual, Iwan Wardhana Kadis Kebudayaan Prov. DKI Jakarta, dan undangan, serta segenap panitia. Serta para tokoh seniman dan budayawan, Rabu (12/6) 2024).

Read More

Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2024, pukul 20:00 WIB, di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, sebuah venue yang menjanjikan kapasitas lebih besar dan fasilitas panggung yang canggih untuk mengakomodasi acara berskala besar.

Penghargaan IKJ, yang pertama kali diadakan pada tahun 2012 dan kedua pada tahun 2014, telah menjadi simbol pengakuan terhadap kontribusi signifikan para seniman dalam memajukan Seni Peran film dan teater di Indonesia.

Dengan kategori yang mencakup Aktor, Aktris, Sutradara, Penulis Cerita/Skenario, hingga Pengamat dan Pejabat Publik, penghargaan ini menyoroti kekaryaan dan kontribusi yang menginspirasi kreativitas, menentukan tren, dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

Rentang waktu yang panjang antara Penghargaan IKJ ke II dan III bukan tanpa alasan. Evaluasi yang dilakukan setiap tahun menunjukkan bahwa pertumbuhan dalam seni peran tidak terjadi secara periodik, sehingga memerlukan waktu yang tepat untuk mengidentifikasi kandidat yang benar-benar layak menerima penghargaan.

Tim Kurasi Penghargaan IKJ, yang terdiri dari nama-nama terkemuka dalam industri, telah bekerja keras untuk memastikan bahwa proses seleksi dilakukan dengan standar ilmu akademik tinggi dan melalui diskusi kelompok fokus yang intensif.

Proses penentuan penerima penghargaan melibatkan serangkaian tahapan terstruktur, mulai dari pengumpulan data kapasitas dan kapabilitas kandidat, penilaian berdasarkan variabel telah ditentukan, hingga verifikasi akhir dan penetapan nama penerima penghargaan, mekanisme ini menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan.

Penghargaan IKJ ke III tidak hanya merupakan pengakuan atas prestasi individu, tetapi juga sebagai motivasi bagi generasi mendatang untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam seni peran.

Iwan Wardhana selalu Kepala Dinas Kebudayaan Prov. DKI Jakarta menyampaikan, Dengan semangat yang dibawa oleh Penghargaan IKJ, akan tercipta ekosistem yang kondusif untuk menjaga dan mengembangkan seni peran di Indonesia, sehingga dapat terus menggugah kesadaran dan untuk lebih memperdalam apresiasi terhadap keindahan.

Menurut Iwan, dari sekian banyak Seni, hanya Seni peran yang belum banyak mendapat perhatian, termasuk Seni teater, film harus ada penggerak sebagai inisiator, sedangkan bila dibanding dengan seni pertunjukan musik sudah banyak yang memperhatikan.

“Kita bersyukur teman di IKJ banyak para seniman memiliki tokoh inisiator yang tinggi, untuk membuat kegiatan, seperti ini harus tetap menjadi agenda tentunya, Pemprov DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan mendukung,” ungkap Iwan dengan menyampaikan apresiasi.

Sementara ditempat yang sama Seniman Teater Tanah Air juga Sastrawan Yose Rizal Manual, S.Sn, M,Sn mengatakan, konsep Seni peran di dunia itu ada 3 tokoh, salah satu yang lebih populer Stanislavski, konsep “Menjadi” Seseorang harus meninggalkan dirinya, untuk masuk pada cerita agar menjadi tokoh yang dia perankan.

“Bila seorang pemain, harus melatih dirinya agar menjadi aktor, daya konsentrasi, melatih ingatan emosinya, melatih motivasi dalam pemerannya sepanjang cerita, melatih membangun watak/ karakter yang diperankannya, opservasi atau riset, dan kesadaran akan musik karena film akan terus bergelombang dengan nada dasar musikmusik,” kata Yose Rizal Nanya.

Ia juga menyebut, (Art of Experiencing) atau seni menjadi . Prinsip ini menuntut seorang aktor untuk mengalami/ menjadi perasaan yang sesuai dengan perasaan yang dialami tokoh setiap kali tokoh tersebut melakukan berbagai macam aktifitasnya. Dalam sistem ini, seorang aktor juga harus berusaha mencari alasan atau motivasi dari laku tokoh yang diperankan.

Yose Rizal Manua menambahkan, konsep ini digunakan untuk mengkurasi siapa saja yg layak mendapat penghargaan ke 3 IKJ di Tahun 2024.
Di halaman Gedung Teater Luwes FSP IKJ Bedjo Soelaktino, S.Sn selalu Ketua Pelaksana menyampaikan, sampai kini kurangnya perhatian pada seni peran termasuk penonton, penonton yang ada hanya penonton cerita dan penonton bintang, bukan pada seni peran, bukan penonton akting, misalnya Ibu ibu masak di dapur sambil mendengar cerita marah tidak pada akting pemainnya.

“Penonton TV sama dengan pendengar Radio, iru sebanya kami sangat gelisah, selama ini yang berkembang tekhnologinya sehingga film semakin berkembang, baik editingnya, juga aplikasinya semua tergantung tekhnologi, hasil gambar dari kamera begitu canggih, namun akting tidak berkembang, karena tidak ada yang memberi edukasi, bagaimana peran yg baik sehingga penonton teredukasih,” kupas Bedjo Soelaktono yang juga sebagai penggagas Penghargaan IKJ 2024.

Sebagai pencetus gagasan ini BedjoSoelaktono bersama teman para seniman berkolaborasi untuk meningkatkan mutu hidup manusia diberikan pada beberapa katagori, aktor, aktris, sutradara, penulis cerita/ scenario, pengamat, media, organisasi/ yayasan dan pejabat publik.

“Seni peran mampu menggugah kesadaran manusia akan keindahan lahir dan batin, peran terbaik juga sutradara terbaik teaterdan film objeknya itu akting pada aktor, itu yang akan diberikan penghargaan IKJ,” sebut Bedjo sang Sutradara alumnus IKJ.

Saya juga dapat melihat pemprov DKI Jakarta tidak saja berperan pada sektor Pariwisata saja, tapi juga pada sisi humanisme, namun sisi kebudayaan untuk membentuk budi pekerti bagian yang penting, yang perlu ditekankan pada sisi pembinaan seni budaya dan segi pemanfaatan,” ucap Bedjo Soelaktono sambil memperlihatkan gerak teateral.

Sebagai penutup, Penghargaan IKJ ke III menjanjikan malam yang penuh inspirasi, di mana seniman dan kontributor seni peran yang berjasa akan mendapatkan pengakuan yang pantas mereka terima.

Acara ini tidak hanya penting bagi IKJ, tetapi juga bagi peradaban bangsa, karena seni peran memiliki kekuatan untuk meningkatkan mutu hidup dan memperkaya kebudayaan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Penghargaan IKJ ke III, kunjungi situs resmi IKJ atau ikuti siaran langsung acara pada tanggal 19 Juni 2024.
Penulis : Ali Nasution

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *