“Modus Perataan Tanah, Alat Berat Berupa Excavator Muncul Ditengah-tengah Sawah, LSM LIRA Angkat Bicara ?!”

 82 total views

GIN, Pati, Jawa Tengah – Memasuki musim kemarau wilayah di Kabupaten Pati kembali marak munculnya alat berat (Excavator) di tengah-tengah sawah.

Read More

Diduga hal tersebut sebuah aktivitas galian C berkedok pemerataan lahan pertanian. Salah satunya aktivitas yang berada di Kecamatan Tambakromo.

Aktivitas yang tanpa kantongi izin melanggar pasal 158 dan semata-mata untuk kepentingan pribadi.

Tidak menutup kemungkinan galian C dengan modus pemerataan lahan sawah sangat menggiurkan keuntungannya bahkan sudah menjamur sebagai bisnis musiman oleh oknum penambang, lantaran selama aktivitas di satu tempat raup hasil puluhan juta rupiah.

Menurut keterangan warga sekitar, bahwa tanah dari sawah itu langsung di angkut dump truk untuk dikirimkan kepada pemesan, yang kemungkinan untuk hurug orang mau bangun rumah atau yang lainnya,” Ucap Bapak-bapak itu

Lanjut Bapak itu (w) menyampaikan, keluhnya jika mengendarai motor kena debu soalnya musim panas bahkan angin dan nantinya jika hujan ya kemungkinan banjir langsung bablas airnya.” Jelas Bapak itu lagi

Menurut Efendy Lira: Pemadatan tanah adalah keadaan di mana pori-pori tanah menjadi lebih kecil dari biasanya dan hal ini tidaklah baik.

Penggunaan alat berat yang berlebihan (misalnya traktor) dan kurangnya penerapan praktik terbaik dalam pengelolaan air dan tanah (seringnya pengerjaan tanah, penggarukan dan pembajakan yang dalam, serta irigasi berlebihan) dapat berdampak buruk pada struktur tanah, sehingga menyebabkan pemadatan tanah.

Sedangkan Excavator adalah sebagai alat berat yang secara umum digunakan untuk melakukan penggalian pada tanah dan memindahkan tanah/material lainnya ke dalam truk muatan. Dan terkait penggalian tanah yang menggunakan alat berat setidaknya ada izinnya.” Terang LSM Lira Efendy

Pada umumnya pemerataan tanah sawah menggunakan alat traktor saja bisa menimbulkan keburukan pada tanah apalagi dengan menggunakan alat berat Bego yang bukan merupakan salah satu alat untuk persawahan, hal tersebut sangat Memesona.” Tambah ucapan Efendy

“Kita tak boleh membiarkan pelaku kejahatan tambang ilegal seperti ini mendapatkan keuntungan dan memperkaya diri atas penderitaan dan keselamatan masuarakat, kerugian negara dan serta kerusakan lingkungan.
.” Tandas LSM Lira mengatakan. *** Bersambung

(Team)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *