Hadiri Workshop PATBM, RMB Ingatkan Dampak Medsos

 238 total views

Hadiri Workshop PATBM, RMB Ingatkan Dampak Medsos

Read More

Palopo Global Investigasi News – Dalam rangka menekan tingkat kekerasan terhadap anak dan melindungi hak-hak anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Workshop Pembentukan Model Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Hotel BM Residence-Palopo, Rabu( 4/3/2020).

Wakil Wali Kota Palopo Dr. Rahmat Masri Bandaso, M.Si yang membuka secara resmi workshop tersebut menyebutkan bahwa perlindungan anak ini adalah sebuah model yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Dirinya berharap agar peran aktiv masyarakat untuk mendukung upaya perlindungan anak, tanpa harus terpaku dan berharap  pada aparat keamanan saja, karena disamping jumlah aparat sangat terbatas juga dikarenakan perlindungan terhadap anak sangat ditekankan pada partisipasi masyarakat, khususnya orang tua. 

“Kita harus memberikan perlindungan ekstra terhadap anak-anak, karena bahaya narkoba saat ini mengintai generasi penerus kita” imbuhnya seraya mengajak semua pihak untuk mewasdapai dampak penggunaan media sosial bagi anak–anak sebab menurutnya perkembangan teknologi saat ini sangat mempengaruhi karakter anak-anak.

Sementara itu kepala bidang perlindungan perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan, Nur Anti SE.,MT melaporkan bahwa program kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tahun 2015 yang telah dikembangkan di seluruh Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan sampai pada tahun 2019 sudah terbentuk di 14 Kabupaten/kota. Ia menjelaskan pelaksanaan workshop tersebut bertujuan untuk mendapatkan dukungan kabupaten/kota untuk dapat diimplementasikan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan PATBM, dan dia juga berharap agar PATBM dapat menjadi salah satu kegiatan prioritas tahun 2019 hingga 2020. Nur Anti mengharapkan semua stakeholder terkait dapat menumbuhkan inisiatif masyarakat agar tidak pasif dalam melihat kondisi dan fenomena yang melanda anak-anak sekarang.  

Ditemui di sela-sela workshop, kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Palopo Suriani Suli menyampaikan workshop tersebut adalah bagian dari upaya untuk mencegah kekerasan terhadap anak. Suriani Suli juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan kelurahan Ammassangan sebagai wilayah percontohan dalam hal  perlindungan anak.  Mantan kabag Ortala Setda Palopo tersebut pun menguraikan Jumlah kasus kekerasan dalam keluarga di Kota Palopo selama tahun 2019 sebanyak 48 kasus.  Angka itu mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2018  mencapai 100 kasus yang meliputi KDRT, perceraian dan kekerasan terhadap anak.Workshop tersebut berlangsung tanggal 4 hingga 6 Maret 2020, dihadiri oleh instansi terkait yang berasal dari Kabupaten Pinrang, Kab. Enrekang, Kab. Sidrap dan Kota Palopo. (Fredi Suade)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *