Ketua KSB Kecamatan Patia Bantah Soal Berita Warga Desa Simpang Tiga Yang Sarapan Pagi Gunakan Sagu

 51 total views

PANDEGLANG – Global Investigasi News.com – Berdasarkan adanya berita yang berjudul “Kemarau Panjang Miris Warga Desa Simpang Tiga Makan Sagu Aren Sebagai Pengganti Nasi Pemerintah Diam Diri”.

Read More

Dalam hal ini Ketua KSB Kecamatan Patia (SABDA) membatah keras dengan adanya pemberitaan tersebut, karena dinilai di duga tidak mendasar dan sangat tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Bermula ia mendapat kiriman berita terkait hal itu, ia (Ketua KSB Kec. Patia) berlangsung mencari informasi serta meminta salasatu anggota KSB untuk melakukan investigasi, yang kebetulan anggota KSB tersebut salasatu warga Desa Simpang Tiga, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi yang diberitakan, “31/12/23.

Dan hasil investigasi itu, bahwa informasi yang di beritakan itu tidaklah benar adanya, “Paparnya.

Karena warga tersebut masih mempunyai padi, dan suaminya adalah seorang pekerja di sebuah yayasan serta anaknya juga mempunyai pekerjaan sebuah agen voucher wifi, maka dri itu jelas informasi tersebut adalah di duga hoax, “katanya.

Dan perlu diketahui itu adalah hal biasa bagi masyarakat setempat mengolah sagu untuk dijadikan makanan bukan berarti warga tersebut mengalami kelaparan, dan hal tersebut sudah menjadi tradisi ketika musim kemarau datang mereka mengisi waktunya untuk mengolah bahan sagu untuk dijadikan beberapa bentuk makanan, setelah di olah bahan sagu itu disimpan untuk nanti ketika Ramadhan tiba (Bulan Puasa) “Ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa teruntuk oknum media yang mempublikasikan yang di duga tanpa dasar itu, agar segera memberikan klarifikasi, “Imbuhnya.

Terakhir ia juga bingung dengan apa yang dimaksud soal “PEMERINTAH DIAM DIRI” pertanyaannya Pemerintah yang mana, yang fakta serta logikanya pemerintah telah menganggarkan puluhan miliar untuk dianggarkan terhadap macam bentuk bantuan bagi masyarakat, adapun misal ada yang belum mendapatkan karena itu semua kan hasil daripada verifikasi yang telah dilakukan oleh pemerintah yang mempunyai kebijakan, dan di sini jelas kita bisa melihat bagaimana sikap pemerintah terhadap masyarakat, terelihat dari disi mananya coba kalo Pemerintah berdiam diri, “Pungkasnya.
Him/Elyjaro

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *