Saat Rembug Bedas, Warga: Terima Kasih Pak Bupati Bandung

 58 total views

Rembug Bedas: Warga Sebut Program Prioritas Bupati Bandung Dirasakan Langsung Manfaatnya

Read More

KAB. BANDUNG – Sejumlah warga mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna atas 13 program strategis maupun 3 program prioritas yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas di Kabupaten Bandung. Diketahui Bupati Bandung Dadang Supriatna baru 2 tahun 9 bulan menjabat dan meraih 257 penghargaan atas kinerjanya yang didukung para ASN maupun masyarakat Kabupaten Bandung.

Pernyataan warga itu disampaikannya pada giat rutin Rembug Bedas Bupati Bandung bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah di Desa Sagaracpta Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Rabu (23/1/2024).

Pada hari yang sama, kegiataan serupa dilaksanakan pula di Desa Biru, Kecamatan Majalaya dan Desa Sukamanah Kecamatan Paseh.
Ucapan terima kasih yang disampaikan warga itu di antaranya, masyarakat sangat terbantu dengan adanya program SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang digulirkan Pemkab Bandung di Desa Sagaracipta dan Desa Cikoneng Kecamatan Ciparay.

“Dengan adanya pembangunan SPAM untuk 180 sambungan rumah itu, masyarakat sangat terbantu sekali. Bahkan dari hasil iuran SPAM ini bisa digunakan untuk pembangunan Kantor RW,” kata seorang warga saat menyampaikan apresiasinya pada giat Rembug Bedas Bupati Bandung di Desa Sagaracipta.

Warga mengungkapkan bahwa program unggulan Bupati Bandung sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Bukan hanya isapan jempol. Program sangat Pak Bupati sangat membantu masyarakat, di antaranya melalui program peningkatan insentif Ketua RT, RW dan kader PKK, linmas dan lainnya,” tuturnya.

Warga juga mengungkapkan bahwa dengan adanya program guru ngaji sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai penerima manfaat program unggulan Bupati Bandung tersebut.

“Terima kasih Pak Bupati Bandung. Masyarakat sangat terbantu dengan adanya program guru ngaji itu,” katanya.

Warga juga berharap bahwa program yang sudah dirasakan manfaatnya itu untuk dilanjutkan oleh Bupati Bandung. Seperti program pemberian bantuan hibah pupuk melalui kartu tani sibedas, yang saat ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Program pemberian hibah pupuk Sibedas untuk dilanjutkan,” harapnya.

Selain apresiasi program Bupati Bandung, ada juga di antara warga yang menyampaikan curhatannya. Di antaranya masih banyak anak putus sekolah, sehingga pemerintah bisa memperhatikan mereka. Selain itu minta bantuan mebeler untuk pengelolaan PKBM (Pusat Kegiataan Belajar Masyarakat).

Selain itu, warga curhat karena banyak PJU (Penerangan Jalan Umum) yang tidak nyala. Ada juga di antara warga yang mengharapkan sarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih disaat musim kemarau.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung merespon apa yang disampaikan warga itu. Terutama atas keluhan warga terkait dengan masih banyak warga yang putus sekolah.

“Pemerintah sudah menyiapkan untuk 50.000 warga yang putus sekolah untuk mengikuti pendidikan paket A, paket B dan paket C,” kata Bupati Bandung.

Dadang Supriatna terus mensosialisasikan program insentif guru ngaji dengan anggaran Rp 109 miliar per tahunnya. “Anggaran ini terbesar di Indonesia. Program insentif guru ngaji ini sangat bermanfaat,” kata Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.

Ia pun sudah ijab kabul dan menitipkan kepada para ustadz/ustadzah untuk mendidik anak-anak untuk belajar mengaji dan menghafal Alquran.

“Melalui program insentif guru ngaji ini, para guru ngaji datang ke sekolah masing-masing,” katanya.

Kang DS mengatakan program guru ngaji ini untuk memuliakan para ulama. Dengan harapan anak-anak didik di sekolah, menjadi anak berkarakter dan berakhlakul karimah.

Menurutnya, dengan adanya program insentif ini, sekitar 450.000.warga Kabupaten Bandung sudah menerima BPJS Ketenagakerjaan maupun Kesehatan.

Pada tahun 2024 ini, kata Kang DS, Pemkab Bandung memberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada 72.000 kader PKK dan 88.000 petani Kabupaten Bandung.

Dari sekian banyak warga penerima BPJS itu, sebanyak 463 peserta BPJS sudah meninggal dunia dan masing-masing menerima santunan sebesar Rp 42 juta yang diterima ahli waris.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini terus mensosialisasikan program rumah tidak layak huni (rutilahu). Setiap tahunnya diprogramkan 7000 rumah dan realisasinya lebih dari itu.

Bupati Bandung menggulirkan program Besti (beasiswa ti Bupati), dan tahun 2024 memfasilitasi untuk 250 orang calon mahasiswa. Selain itu mendirikan lima rumah sakit, dan empat rumah sakit sudah terwujud, yakni RSUD Bedas Cimaung, Kertasari, Arjasari dan RSUD Bedas Bojongsoang. Pada Februari 2024, satu rumah sakit lagi akan dibangun di Pacira.

“Pemkab Bandung sudah mendirikan 19 SMP dan berharap tahun 2024 ini segera operasional, dan sisanya 9 SMP lagi berharap segera bisa dibangun,” katanya.

Kang DS menyebutkan, bahwa Pemkab Bandung sudah menyalurkan 120 ADM (Anjungan Dukcapil Mandiri), dan ditambah 20 ADM akan dianggarkan pada tahun 2024 ini.

“ADM itu bisa melayani tujuh komponen, di antaranya KTP, kartu keluarga, kartu indentitas anak, surat keterangan waris, akta lahir, dan akta kematian,” katanya.

Ia menyebutkan dengan adanya ADM ini, warga tak perlu datang ke Soreang untuk mengurus administrasi kependudukan tersebut. “Dengan adanya ADM, cukup di desa,” katanya.

Pada tahun 2024 ini, Bupati Bandung menggratiskan pembayaran pajak untuk lahan pertanian abadi. “Warga tak usah bayar pajak untuk lahan pertanian abadi,” katanya.

Ia pun mengungkapkan tiga muatan lokal di sekolah, yakni pendidikan Pancasila dan UUD 1945, pendidikan bahasa dan budaya sunda, dan belajar mengaji dan menghafal alquran.**

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *