Sosok Armansyah, Figur Masyarakat yang Rendah Hati Kepemimpinan, Berintegritas dan Selalu Membela Kepentingan Masyarakat.

 143 total views

Opini oleh : K Revandi Antoni (Jurnalis Babel)

Read More

Bangka Belitung, Dimata penulis, sosok Armansyah merupakan figur masyarakat yang rendah hati kepimpinan, berintegritas dan selalu membela kepentingan masyarakat.

Armansyah yang memiliki profesi sebagai advokat muda sudah tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam membantu masyarakat menyangkut hukum di Bangka Belitung. Selain aktif di dunia hukum, ia juga merupakan Ketua umum salah satu organisasi kemasyarakatan ternama di pulau Bangka dan aktif di dunia politik karena dirinya senang sekali berbuat sosial untuk membantu masyarakat.

Saat bertemu dengan penulis, kita sempat berbincang terkait pesta demokrasi yang jatuh pada tanggal 14 febuari 2024 nanti. Menurutnya memaknai pemilihan umum, setiap warga Indonesia atau masyarakatlah yang akan menentukan nasib hidup untuk 5 tahun ke depan yakni dengan memilih pemimpin mulai dari Presiden, DPD RI, DPR RI , DPRD provinsi ,DPRD kota/kabupaten.

Pilihlah pemimpin yang mempunyai integritas, confidence dan lebih mempunyai sifat sosial yang tinggi untuk kepentingan masyarakat yang lebih baik karena masyarakatnya butuh kesejahteraan bukti 5 tahun ke depannya.

Filosofi politik secara esensial itu bijak dan mulia karena tujuan utamanya bagaimana menghadirkan kebahagiaan, kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat.

Orang yang bijak berpolitik tentu tidak pernah melihat lawan politik sebagai musuh yang harus dihabisi, tetapi melihat lawan politik sebagai mitra kompetisi dalam memotivasi diri untuk tampil lebih baik.

Seperti mengutip pesan yang disampaikan Hasan Al- Basrhi, ulama tersohor di masanya yang begitu bijak mengingatkan kepada siapa saja yang mau terjun dalam dunia politik yang berbunyi “Wahai anak Adam, jual lah duniamu untuk akhiratmu, niscaya kamu akan untung keduanya yakni meraih dunia dan akhirat. Janganlah kamu jual akhiratmu duniamu saja dan kamu akan rugi dari keduanya, ingat permainan dunia dengan segala sandiwara politiknya bersifat sementara,sebentar saja sementara kehidupan akhirat amatlah panjang dan kekal abadi“.

Sementara mengutip kata bijak Imam Syafii’ “Jadikanlah akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu“. Pesan moral begitu dalam yang sangat relevan dengan bagaimana kita bijak dalam politik.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *