Terkait Dugaan Mark-up Data Siswa/i Di SMP Plus Pelabuhanratu, Siswa, Guru, Humas dan Kepsek Saat Dikonfirmasi Memberikan Keterangan Berbeda ?!”

 57 total views

Global Investigasi News.com

Read More

Hasil konfirmasi awak media online, kepada pihak sekolah diantaranya: Siswa, Humas, Guru, dan Kepala Sekolah, semuanya telah memberikan keterangan berbeda saat ditanyakan jumlah siswa/i, setelah disampaikan bahwa adanya perbedaan keterangan salasatu Guru yang menyebut jumlah siswa ril dikelas 67 orang, sedang kepala sekolah mengaku 82 orang, dari jumlah yang disebutkan oleh guru dan Kepala Sekolah sudah ada selisih, begitupun ada selisih jumlah dengan data yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Seperti perbedaan jumlah yang di sampaikan kepada awak media online, menurut siswa jumlah siswa sekitar 70 orang pada tanggal 16/2/2024, menurut Guru 67 orang tanggal 16/2/2024,  menurut Humas 80 orang yang pindah 2 orang 16/2/2024,  menurut keterangan kepala sekolah 82 orang tanggal 20/2/2014, sementara di data yang dikeluarkan oleh pemerintah, tercantum di BOSP Saluran, siswa yang dibayarkan berjumlah 102 orang,tahun anggaran 2023.

AM Saepul Jaman selaku kepala Sekolah SMP Plus Pelabuhanratu, sekolah Suasta dibawah naungan yayasan Mandiri Wangi, yang beralamat kp. Puncak Keramat, RT 016 RW 014 Desa Buniwani Kecamatan Pelabuhanratu Jabar, saat ditanyakan terkait adanya perbedaan jumlah siswa dari keterangan  beberapa sumber yang disebutkan di atas, tidak lagi banyak berdalih, bahkan sempat memanggil salasatu guru yang memberikan keterangan bahwa jumlah siswa ril dikelas 67 orang, kepada awak media online.

” kalau keterangan guru yang jadi acuan kenapa harus minta penjelasan saya, kalau guru kurang pemahamannya,karena guru tugasnya hanya mengajar, terkait perbedaan jumlah siswa yang dibayar kalau lebih dari yang tercantum di DAPODIK,  itu saya kembalikan lagi ke pemerintah, dan semua ini diketahui oleh dinas pendidikan kabupaten, dan perlu diketahui kenapa jumlah siswa/i yang dibayar lebih dari jumlah DAPODIK, karena yang dibayar oleh operator BOS kabupaten, adalah jumlah data siswa awal, walaupun disittuh ada singkron terakhir.terangnya.20/2/2024.

Kalau memang benar adanya informasi yang disampaikan oleh Kepala Sekolah kepada awak media online, bahwa hal tersebut diketahui oleh Dinas Pendidikan Kabupaten, maka patut diduga ada pembiaran, dan kongkalingkong yang dilakukan oknum Dinas,dengan pihak sekolah, bertujuan  untuk bermain dana BOSP demi kepentingan pribadi.(Hen)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *