Pemuda Pancasila Siap Kepung Mako Satpol PP Pandeglang

  • Whatsapp

 196 total views,  1 views today

Pemuda Pancasila Siap Kepung Mako Satpol PP Pandeglang

Read More

Pandeglang – Terjadinya pencabutan baligho milik Aap Aptadi, yang dilakukan oleh pihak TRANTIB kecamatan Panimbang kabupaten Pandeglang yang dinilai sepihak, aksi petugas trantib itu mengundang reaksi para partisan pendukung Aap menggugat. Perilaku sepihak yang dilakukan oleh Sat Pol PP (trantib) kecamatan Panimbang itu, kini terendus bahwa ribuan Ormas Pemuda Pancasila akan mengepung Markas Komando Satuan Polisi Pamong Praja (Mako Satpol PP) kabupaten Pandeglang dalam waktu dekat ini.

Dikatakan Dede H, Anggota Sat Pol PP kecamatan Panimbang kepada awak media, pembersihan atau pencabutan baligho tersebut adalah guna menjalankan Peraturan Daerah (PERDA). “Terkait pencabutan baligho itu adalah perintah dari atasan dan sudah sesuai dengan Perda, ucapnya.

Sementara H. E Kosasih Camat Panimbang ketika dikonfirmasi berkaitan pencabutan baligho milik Aap Aptadi melalui aplikasi whats app miliknya mengatakan, selebaran itu ia dapatkan dari whats app Grup paguyuban MP sekabupaten Pandeglang. “Perintah ini dilaksanakan,” ujarnya melalui aplikasi whats app disertai screnshoot himbauan perda no 4 tahun 2008, seraya mengirimkan selebaran himbauan perda no 4 Tahun 2008 tentang K3.

Terpisah Aap Aptadi mengatakan, gerakan Aksi protes anggota  Pemuda Pancasila terhadap pihak kecamatan Panimbang yang telah melakukan pencabutan atau pembersihan baligho di wilayah kecamatan Panimbang  atas inisiatif para kader Pemuda Pancasila tanpa dikomandoi olehnya selaku ketua Markas Pengurus. Cabang (MPC)  Kabupaten Pandeglang sekaligus kandidat balon Bupati Pandeglang tahun 2020.

“Gerakan protes atas pencabutan baligho yang dilakukan pihak Satpol PP Panimbang itu atas inisiatif para anggota Ormas Pemuda Pancasila, karena dianggap sepihak,” tutur Aap Aptadi kepada Siber.news, Kamis (27/02/2020)

“Perihal sepihak itu sangat jelas, kata Aap, ketika saya mau memasang baligho sebelumnya telah memberitahukan kepada pihak intansi yang berkaitan, namun ketika pencabutan itu dilakukan tidak ada pemberitahuan sebelumnya terhadap saya, sehingga menimbulkan reaksi protes yang dilakukan partisan saya, bahkan ada kader PP yang mengatakan kepada saya, bahwa para pemuda pancasila akan mengepung Mako Satpol PP Pandeglang, ” jelas Aap. *** Nuryahman

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *