WABAH BANJIR DI DAPIL V KABUPATEN PESAWARAN DIDUGA AKIBAT BANYAKNYA PEMBALAKAN HUTAN, WARGA MULAI MERADANG

  • Whatsapp

 792 total views,  1 views today

WABAH BANJIR DI DAPIL V KABUPATEN PESAWARAN AKIBAT BANYAKNYA PEMBALAKAN HUTAN, WARGA MULAI MERADANG

Read More

GLOBALINVESTIGASINEWS.COM. Wabah banjir di beberapa tahun belakangan ini di kabupaten Pesawaran khusus nya di tiga kecamatan, yakni kecamatan Way lima, Way Khilau dan Kedondong, akibat dari maraknya penebangan liar di hutan lindung register 21 menjadi pertanyaan bagi kepala desa Margodadi Bahruddin, dalam kegiatan kunjungan kerja anggota DPRD kabupaten Pesawaran dalam reses II masa persidangan, 2 tahun sidang 2020 daerah pemilihan V kecamatan Kedondong , Way Lima, Way Khilau tanggal 16 – 17 Maret 2020, dibalai kecamatan kedondong saat di pantau globalinvestigasinews.com, Selasa (17/3).

Menurut Bahruddin dalam penyampaiannya terhadap DPRD DAPIL V, sebagus apapun pebangunan yang di rencanakan dan di laksanakan oleh legislatif dan yudikatif tetap masih belum tepat sasaran jika di hulu sungai tidak ada penangan yang nyata, baik menghentikan bagi perambah hutan maupun melakukan penanaman pohon yang di tetapkanya aturan yang baku bagi pengganggu tanaman di register 21.

” Kami berharap ada aturan yang jelas setelah adanya penanaman pohon di hutan digester 21 dengan sangsi yang nyata barangsiapa menggangu atau mencabut tanaman yang sudah di tanam bagi petani HKM ” Pintanya.

Dia menambahkan, adanya kerja nyata dalam menyelesaikan pembalakan hutan khususnya di register 21, baik dari sisi penegak hukum maupun pemerintahan Lampung, agar tidak ada lagi yang melakukan perambahan hutan di register 21.

” Kami berharap baik pemerintah maupun penegak hukum agar dapat mencarikan solusi agar tidak ada lagi yang berani menjadi perambah hutan, demi warga masyarakat yang selalu merasakan kebanjiran setiap musim hujan tiba ” tegasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi kordinator DPRD DAPIL V Roliyansyah, SE , dari fraksi Nasdem yang menduduki komisi IV menerangkan, DPRD sebagai badan pengawas pemerintahan kabupaten Pesawaran telah berbagai macam hal yang di lakukan untuk penjegahan banjir, baik dari hulu hingga kehilir, dengan berbagai macam realisasikan pembangunan baik talud irigasi maupun TPT untuk mencegah meluapnya iar kepemukiman warga.

” Sudah banyak yang kami lakukan dalam merealisasikan pencegahan bencana banjir diantaranya baik normalisasi sungai dan penalutan ” terangnya.

Dia menambakan, untuk menjaga kelestarian i lindung di register 21 memang harus ada perhatian khusus dari semua pihak baik penegakan hukum, keamanan hutan, penanaman pohon oleh pemerintah dan dari kalangan masyarakat lingkungan tertuma desa penyangga hutan register 21.

” Pastinya semua pihak harus peduli akan kelestarian hutan lindung khususnya di register 21, agar tidak ada lagi pebalakan hutan ” tegasnya.(Syahrul).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *