ANGGOTA DPR RI KOMISI V PARTAI GERINDRA DAN KETUA FRAKSI DPRD PROVINSI JAWA BARAT ADAKAN RESES DI DESA CARIU

  • Whatsapp

 630 total views,  1 views today

Cariu -Bogor, Jum’at, 2020/03/06 -;Drs H. Mulyadi MMA, Anggota DPRRI Komisi V dari Partai Gerindra menyoroti ramainya perbincangan di kalangan warga Kecamatan Cariu dan Tanjungsari yang akan terkena dampak Bendungan Kali Cibeet jika terjadi di Bendungan, ujar Drs H. Mulyadi MMA ketika Ginewstv berhasil mewawancarai usai acara tersebut.

Read More

Saya akan terus mengkritisi pemerintah agar mengkaji ulang hal akan di bendungnya kali Cibeet karena setelah saya tinjau ke area kali Cibeet ini sangat beresiko terlebih ini akan merendam beberapa Desa dari kecamatan Cariu dan sebagian Kecamatan Tanjungsari,dan ini banyak penolakan dari warga masyarakat yang akan terkena Dampak ujar Mulyadi, Pemerintah harus memperhitungkan lebih hati2 Selain akan menyerap anggaran yang besar perhitungkan juga Nasib warga masyarakat yang terkena dampaknya dari bendungan kali Cibeet

Saya dengar juga tutur Mulyadi ini kan ada dua alternatif untuk bendungan itu kan..saya Ujar Mulyadi lebih setuju kalau yang di bendung itu kali Ci Juyer yang berada di antara Desa karya mekar/ mekar wangi dan Desa Selawangi kenpa saya setuju karena warga di lokasi ini memang mengingikan di bendung, nah ketika warga masyarakat yang memang setuju itu akan lebih mudah untuk peroses pembebasan lahan milik warga di situ.

Ketimbang memaksakan membendung kali ci Beet yang selain beresiko tinggi dan juga banyak warga masyarakat yg tidak setuju tandas Drs H.Mukyadi MMA kepada awak media dan di hadapan hadirin sekitar 600 org termasuk kepala Desa Cariu Ahmad Suryadi (Ojos) dan muspika kecamatan cariu dan anggota polsek cariu yang turut memenuhi undangan dari ketua PAC partai Gerindra kecamatan Cariu, Lanjut Mulyadi ,menanggapi aduan dari warga masyrakat mengenai Galian C / penambagann Batu,Pasir,Dan Tanah yang ada di wilayah bogor timur yang sudah sangat merusaka ekosistem alam oleh oknum2 Perusahaan yang hanya menghitung ke untungan saja tampa memikirkan dampak buruk pada lingkungan tandas Mulyadi, Saya akan menanyakan kepada pemerintah kabupaten bogor khususnya ke dinas Tata Ruang kenapa di ijinkan, ini kan usaha pertambangan ini ijinnya juga khusus(Minerba) jadi saya himbau kepada pemetintah Desa,Kecamtan,Kabupaten kalau ada perusahaan pertambangan agar selektif jangan gampang mengeluarkan ijin tegas Drs H.Mulyadi MMA dan jika hasil investigasi dariv team nanti baik itu lokal dan oleh media yang menemukan ke ganjilan hal perijinan perusahaan tambang tersebut tidak ada saya minta laporkan langsung agar oknum2 yang terlibat bisa di proses secara hukum tandas Anggota komisi V DPRRI ini di hadapan warga dan media yang hadir di acara reses tersebut, dan kami pun beralih mewawancarai ketua feraksi DPRD provinsi dari partai Gerindra Ir,Prasetyawati MM, mengenai maraknya permsalahan yang di akibatkan Bank Emok, kehadiran Bank Emok di masyarakat memang tutur Prasetyawti kepada Ginewstv,banyak pengaduan kepada kami DPRD/DPRRI terkait hal tersebut yang mana banyak terjadi KDRT dan perceraian, ini Dilema ya..ujar Prasetyawati karena di laih pihak warga butuh dan pemerintah pun tidak bisa brbuat banyak mengenai hal tersebut.maka dari itu saya dan pak Mulyadi dari komisi V DPRRI akan membentuk seperti koperasi simpan pinjam dan itu tampa bunga / 0% dan waktu pengembalian pun waktunya lama karena apa tutur Prasetyowti kami terlebih dahulu akan adakan sosialisasi kepada warga masyarakat di tiap Desa yang ada di kabupaten bogor agar si peminjam dana ini benar2 Di gunakan untuk usaha berangkat dari situ nanti petugas di lapangan mendata dan memberi penerangan kepada masyarakat agar tahu dan faham cara berusaha nya apa tandas Ketua feraksi DPRD provinsi Ir Prasetyawati saat kami Ginewstv me wawancarinya dalam acara Reses Anggota Dewan komisi V feraksi Partai Gerindra di Desa cariu,” Demikian laporan kontributor Ginewstv dari Desa cariu (Marco Dollar)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *