Surat Kematian dan Batu Nisan Disinyalir Berbeda Keterangan Terjadi di Desa Petahunan !!!???

  • Whatsapp

 380 total views,  5 views today

Surat Kematian Dan Batu Nisan Berbeda Keterangan Terjadi Didesa Petahunan !!!???

Read More

Lumajang 04/11/2020,Surat kematian dan batu nisan berbeda keterangan terjadi didesa Petahunan kecamatan sumbersuko kabupaten Lumajang.

Terjadinya sengketa tentang warisan tanah lokasi didesa Mojosari kecamatan sumbersuko kabupaten Lumajang.Almarhum Arbai meninggalkan warisan tanah kepada keluarganya yang sampai sekarang masih dalam proses.Terkuaknya kerancuan surat kematian yang diberikan oleh desa Petahunan bisa berbeda dengan keterangan dibatu nisan makam almarhum Arbai.

Hal ini awalnya tidak ada yang tau dan mempermasalahkan,tapi setelah muncul kejanggalan dalam proses peralihan hak tanah.Dari almarhum Arbai ke istri mudanya dan terjadinya proses antara pada saat kondisi kritis atau masih sehat ini simpang siur karena surat kematian yang berbeda dengan batu nisannya.Dari pihak desa memberikan surat keterangan kematian apa tidak berdasarkan laporan kematian keluarga Arbai.Sehingga bisa muncul surat tersebut.Sedangkan pihak keluarga dalam hal ini anak dari almarhum Arbai mengatakan kalau bapaknya meninggalnya sesuai keterangan dibatu nisan tersebut.

Seluruh ahli waris semua mengakui kebenaran kematian almarhum Arbai meninggalnya pada tanggal 4 desember tahun 2009,akan tetapi disurat kematian dari desa Petahunan yang ditanda tangani oleh kepala desanya tertanggal 4 desember 2011.
Sedangkan kepala desa Petahunan kecamatan sumbersuko Sanan susah untuk ditemui atau dihubungi.Hal semacam ini bisa dikatagorikan pelanggaran manipulasi data.Dan bisa dimasukan kerana pidana,apabila terbukti ada unsur kesengajaan dan persekongkolan.

Yang paling dikawatirkan terjadinya hal semacam ini sudah berjalan namun terkesan ada indikasi pembiaran.Tingkat kerawanan tinggi karena sejengkal tanah bisa menimbulkan pertumpahan darah.Dampak dari semua ini sampai sekarang masih menjadi sengketa berkepanjangan,dan para pejabat yang terkait dalam hal ini saling lempar dan berusaha lepas tangan.Menurut Nara sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya “memang bisa diperbaharui atau dibetulkan,akan tetapi ini sudah terjadi dan ada pembiaran.Apakah hal semacam ini masih dianggap hal yang wajar”.tegasnya. (Dendik ekstrim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *