Rusak Citra Insan Pers, “Oknum Wartawan Back-up Kios Obat Terlarang Harus Diproses Hukum ?!”

 154 total views

JAKARTA | Beredar informasi hangat saat ini di bilangan kelurahan Petukangan Selatan Kecamatan Pesanggrahan Kotamadya Jakarta Selatan, bahwa ada oknum Wartawan yang berinisiatif serta bertindak dalam rangka membackup aktivitas penjualan obat terlarang (ilegal).

Read More

Menjamurnya penjualan obat-obat daftar G seperti Excimer dan Tramadol ini, membuat pembunuhan terhadap anak-anak bangsa, mengakibatkan kerusakan secara psikologis dan harus ditindak tegas.

Namun, di lapangan obat itu justru dijual bebas di toko biasa. Bahkan, semua kalangan bisa membelinya tanpa resep dokter, upaya penggerebekan dari pihak yang berwajib belum ampuh menyudahi praktik yang dilarang itu.

Seperti beredarnya vidio singkat 2 (dua) orang wartawan Tangerang yang terlibat adu argumen saat mendatangi sebuah kios yang diduga menjual obat-obatan jenis Tramadol dan sejenisnya di wilayah Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan Kamis (11/4)

Informasi dugaan keterlibatan oknum wartawan berinisial (AM)dan (PH) pada salah satu media online dengan para pengusaha obat ilegal, berhasil diperoleh media ini sejak 3 hari kemarin ini biasa disapa juga (AM).

Dalam rekaman vidio berdurasi kurang lebih 2 menit tersebut terdengar (PH) bicara dengan penjaga kios menanyakan siapa pemiliknya, lalu penjaga kios menyebutkan nama seseorang (AM)

“AM itu siapa…?, kok kamu menyebutkan nama wartawan sebagai apa dia…?” tanya (PH) penasaran.pada penjual obat.

“Kita sama media itu udah beres” tukas penjaga kios singkat, sambil menelpon seseorang melalui vidio call WhatsApp, dan diketahui seseorang yang ditelpon tersebut adalah oknum wartawan (AM), kuat dugaan membackup kios obat yang diduga ilegal tersebut.

Modus operandinya, diduga oknum (AM) mendatangi salah seorang penjual obat ilegal mengaku yang membackup untuk mengambil keuntungan dari beberapa toko obat yang juga berada di wilayah Jaksel, untuk menyampaikan niatnya diduga mengatasnamakan wartawan, agar membackup aktivitasnya.

Kepada media ini dilaporkan, oknum (AM) yang diduga sebagai koordinator sejumlah oknum wartawan dalam upaya pembackupan yang diduga dilakukan itu, membentuk tim atas nama wartawan dengan meminta uang dengan bertarif… (Red***).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *