“Pihak Keluarga Katakan Ada Yang Janggal Terkait Meninggalnya Dua Penambang Batubara Ilegal ?!”

 77 total views

Lebak Global Investigasi News.com

Read More

Meninggalnya 2 (dua) orang Penambang Batubara ilegal berinisial R.warga kampung Cikesik Desa Cikatomas dan AP.warga kampung Cijengkol Desa Cijengkol membuat pihak keluarga bertanya-tanya,kejadian yang mengakibatkan 2 (dua) nyawa melayang  dilokasi tambang Batubara ilegal blok Cigalugur Desa Pamubulan Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Banten Sabtu 27/4/2024

Diantara kerumunan warga yang menyaksikan pengalian untuk pencarian jasad korban, salasatu warga yang mengaku orangtua korban menyampaikan kepada awak media online yakni wartawan global Investigasi news.com 

” ini yang meninggal dua-duanya anak saya pak(menyebut wartawan), mereka adik kakak, itu anak kedua dan ketiga, kejadianya pada Sabtu sore, awalnya saya kecarian kok anak saya yang dua belum pulang juga, lalu saya susul kesini yang ada sendal sama motornya,  saya  berpikir pasti mereka ada di dalam lobang tambang ini, lalu disusul  masuk kelobang rupanya naas mereka sudah tertimbun, mereka bertujuan mau ngambil alat nambang yang ada di dalam lobang ini.katanya.minggu 28/4/2024.

Terpisah disampaikan salasatu warga BK.” Itu bukan anaknya,tapi menantunya ke-duanya,dia warga kampung Cijengkol dan yang satunya Cikesik, kronologinya dia mau ngambil alat nambang salasatunya selang air,untuk galian tambang yang sebelah sana,karena katanya sudah produksi,berhubung tidak juga pulang lalu disusul oleh temannya, pas di dalam jasadnya masih kelihatan, namun pas dilemparkan tali tambang untuk pertolongan sudah meninggal sekira pukul 2 sore sabtu.katanya.

Dilain tempat inisial U.yang mengaku keluarga korban “ia itu keluarga saya yang warga Cijengkol AP. Yang sangat saya sayangkan dan tidak mengerti kejadiannya meninggal jam 2 sore hari Sabtu, kok tidak segera memberitahu kepada pihak keluarga, dan kepada orang lain,malah pihak saksimata kejadian sengaja menutup-nutupi, kan disekitar itu banyak orang,kenapa tidak meminta bantuan.

“Bahkan menurut warga setempat sempat ditanyakan, ada apa pak kok sibuk amat, tapi dia tidak menjawab atau memberitahu malah diam-diam saja, apa sih sebenarnya yang terjadi, saya jadi penasaran kalau seperti ini, kejadian jam 2 sore pihak keluarga saja diberitahu jam 1 malam, lalu saya tanyakan apakah ini sudah lapor RT, RW,atau pemerintah Desa,jawabnya belum, terpaksa saya sendiri yang datang ke aparat pemerintah Desa untuk meminta bantuan segera melakukan pencarian jasad korban.

Alhamdulillah setelah saya minta bantuan sekarang sudah dilakukan pencarian, saat ini lagi digali pake alat berat, namun tetap saya merasa ada yang Janggal dengan kejadian ini, lantaran semacam ditutup-tutupi oleh saksimata atau yang mengetahui kejadian ini.ungkapnya.(hen)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *